BeritaDFSKmobil listrikNewsPT Sokonindo AutomobileRepost #carmudiSeresvoltron

Perhatian, Jangan Derek Mobil Listrik Jika Mogok

Jakarta – Mobil bermesin konvensional jika mogok pilihannya di derek, lantas bagaimana dengan mobil listrik?.

Mobil listrik berbeda dengan mobil yang menggunakan tenaga dari mesin pembakaran dalam atau Internal Combustion Engine (ICE) dalam hal perlakuan. Ambil contoh ketika mogok di pertengahan jalan.

Baca Juga: Gofar Hilman Cuma Butuh Tiga Minggu Buat Bikin Seres E1 Sekeren ini

 Mobil Listrik Mogok

Talkshow Smart Charging & Safe Driving (Foto: Santo/Carmudi)

Bila mobil ICE mogok bisa di derek atau di angkat menggunakan truk towing, sementara untuk mobil listrik hanya bisa digendong pakai truk towing, tidak bisa di tarik atau di derek.

“Mobil listrik (Electric Vehicle/EV) itu karena rodanya disambung ke dalam motor listrik, itu enggak boleh di towing tarik. Karena pengereman regeneratif atau regenerative brake-nya akan menghasilkan daya yang mungkin berbahaya apabila mobil tersebut, misalnya masalah dengan baterainya,” ungkap Mahaendra Gofar, Sustainable Mobility Expert di acara Talkshow with Seres x Voltron IIMS 2025, Kamis (20/2/2025).

Mahaendra menyarankan kepada para pemilik mobil listrik apabila mengalami mogok sebaiknya diangkut atau digendong pakai truk towing.

Sementara di satu sisi, jika mobil listrik mogok di tengah jalan raya dan harus di pindahkan ke pinggir dalam jarak yang tidak terlalu jauh, masih aman untuk didorong.

“Kalau mesti didorong enggak apa-apa, tapi dengan kecepatan rendah. Jadi bisa didorong karena cuma dekat, tapi jangan diderek tarik,” jelasnya.

 Mobil Listrik Mogok

Talkshow Smart Charging & Safe Driving – Kendaraan Listrik yang Lebih Aman Bersama DFSK-SERES Indonesia dan Voltron Indonesia (Foto: Santo/Carmudi)

Edukasi Mobil Listrik

Edukasi soal mobil listrik perlu digalakkan mengingat saat ini sudah banyak masyarakat Indonesia yang memilikinya. Terlebih mobil listrik memiliki sejumlah perbedaan ketimbang mobil ICE.

Doni Putra Okten, Head Sales & Marketing PT Sokonindo Automobile, menekankan pentingnya edukasi seiring dengan tren positif adopsi EV.

“DFSK dan Seres selalu mengutamakan keselamatan dan kenyamanan, lebih dari sekedar fitur. Dengan teknologi keamanan yang selalu dikembangkan oleh DFSK dan Seres, semakin memberikan rasa aman bagi pengguna mobil listrik di Indonesia,” ujar Doni.

Salah satu contoh umum yang masih menjadi kekawatiran pemilik mobil listrik adalah soal pengecasan baterai terutama dalam kondisi cuaca ekstrem seperti hujan.

Abdul Rahman Elly, CEO & Founder PT Voltron Indonesia menyatakan teknologi yang diterapkan oleh Voltron memastikan bahwa setiap stasiun pengisian dilengkapi dengan fitur keselamatan canggih seperti isolasi listrik, proteksi arus lebih, serta sistem monitoring real-time untuk mencegah potensi bahaya selama pengisian daya.

DFSK Gelora E di IIMS 2025 (Foto: Santo/Carmudi)

”Salah satu aspek utama yang menjadi perhatian Voltron adalah keamanan pengisian daya, terutama dalam kondisi cuaca ekstrem seperti hujan dan seluruh komponen dalam infrastruktur Voltron dirancang khusus untuk mencegah risiko korsleting listrik. Voltron juga menekankan keamanan pengisian daya saat hujan, dengan komponen yang dirancang khusus untuk mencegah risiko korsleting, memberikan rasa aman bagi pengguna EV di segala kondisi,” terang Abdul.

Edukasi Biaya Pengeluaran

Edukasi yang diberikan tak melulu soal teknis, tapi juga dari segi penghematan pengeluaran.

Sokonindo Automobile sendiri memiliki program peminjaman unit mobil listrik Gelora E yang bisa digunakan oleh pengusaha-pengusaha yang ingin mencoba seberapa efisien pengeluaran pada saat menggunakannya.

“Bisa pakai satu bulan, nanti bisa buat pembelajaran kalau menggunakan mobil ICE itu efisiensi cost-nya berapa. Rata-rata itu sih 80 sampai 90 persen. Nah, jadi kami edukasi ke perushaaan-perusahaan, edukasi ke diler, lalu kami kalau misalnya pembelian apalagi fleet kami akan berikan training baik itu training bagaimana cara pengendara mobil listrik, cara berkendara, gasnya bagaimana, lalu iga maintenance-nya seperti apa,” terang Doni.

Baca Juga: APM DFSK dan Seres Gandeng Voltron untuk Pengadaan Fast Charging

seres e1 scuto

Dengan adanya edukasi, Doni berharap masyaralat yang ingin beralih menggunakan mobil listrik tidak perlu merasa khawatir lagi.

“Jadi memang kami edukasinya sudah end to end ke konsumen itu. Jadi enggak usah kawatir kami semua akan memberikan edukasi yang lebih,” pungkas dia.

Penulis: Santo Sirait

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker