78 Ribu Jeep Wrangler Terkena Recall, Apa Masalahnya?

Ohio – Jeep dikabarkan melakukan pemanggilan unit kembali atau recall terhadap 78 ribu lebih unit Wrangler akibat adanya malfungsi pada sistem pemantauan tekanan ban (TPMS).
Ketika ditelusuri, recall terhadap 78.989 unit Jeep Wrangler ini disebabkan oleh adanya kabel terjepit sehingga membuat lampu peringatan pada fitur tersebut menjadi tidak menyala.
Dikutip dari Carscoops, Kamis (21/8/2025), Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat (NHTSA) menelusuri hal ini pada Oktober 2024 lalu di beberapa unit Jeep Wrangler.
Penyelidikan tersebut dikatakan berlangsung selama berbulan-bulan, hingga pada akhirnya tim menemukan adanya masalah teknis yang dapat membuat kabel terjepit, sehingga membuat arus listrik menjadi terganggu.
Ketika ditelusuri lebih dalam oleh pihak NHTSA, kabel antena remote start berpotensi terjepit di bagian bawah braket retraktor dari sabuk pengaman yang terletak di posisi belakang kiri.
Hal ini mengakibatkan sistem tidak dapat mendeteksi ketika tekanan ban menjadi rendah, sehingga lampu peringatan tekanan ban saat rendah menjadi tidak menyala sama sekali.
Baca juga: Cuma 6 Unit, Jeep Wrangler 1941 Willys Edition Tembus Rp2,4 Miliar
Atas kejadian tersebut, Jeep akhirnya memutuskan untuk melakukan recall terhadap 78.989 unit Wrangler yang diproduksi dalam periode 2024 hingga 2025 walaupun tidak dijelaskan secara rinci mengenai bulannya.
Namun, Jeep meyakini jika hanya satu persen dari kendaraan yang terkena recall mengalami malfungsi pada bagian kabel TPMS tersebut, atau tercatat hanya 790 unit yang bermasalah.
Sebagai bagian dari recall, Jeep menyarankan kepada para pemilik mobil untuk membawa kendaraannya ke bengkel untuk dilakukan pemeriksaan dan penggantian remote start jika diperlukan.
Pemberitahuan ini diberikan kepada para konsumen melalui kiriman pos.
Walaupun melakukan recall secara masif terhadap Wrangler, namun Jeep belum mendapatkan informasi adanya kecelakaan dari malfungsi yang terjadi pada komponen tersebut.
Belum diketahui apakah masalah yang sama berimbas juga pada mobil Jeep Wrangler yang dipasarkan di Indonesia.
Penulis: Rizen Panji
Editor: Santo Sirait


