Ciri-ciri Suspensi Mobil Rusak dan Langkah-langkah untuk Mencegahnya

Jakarta – Ciri-ciri suspensi mobil rusak perlu diketahui oleh setiap pemilik kendaraan agar bisa segera mengambil tindakan sebelum kerusakan semakin parah dan membahayakan keselamatan.
Suspensi merupakan komponen yang berperan menyerap getaran saat mobil sedang berjalan serta menjaga keamanan dan kenyamanan selama berkendara.
Selain itu, suspensi juga berfungsi menopang bodi mobil dan menjaga stabilitas kendaraan ketika melaju.
Pada kebanyakan mobil, sistem suspensi memiliki dua komponen utama yang terdiri dari pegas dan shock absorber atau peredam kejut.
Seiring waktu dan pemakaian, suspensi akan mengalami penurunan kinerja atau bahkan rusak.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan suspensi mobil cepat rusak, antara lain beban berlebih, kondisi jalan yang buruk, dan penggunaan mobil yang terus-menerus tanpa perawatan yang memadai.
Ciri-ciri Suspensi Mobil Rusak
Ada beberapa tanda yang dapat dirasakan ketika suspensi mobil mulai rusak seiring pemakaian. Berikut ini ciri-ciri suspensi mobil rusak yang perlu Carmudian waspadai:
Ayunan Berlebih
Ciri-ciri suspensi yang mulai rusak adalah timbulnya gejala mobil berayun lebih lembut dari biasanya, khususnya ketika berbelok di tikungan.
Hal ini disebabkan oleh komponen shock absorber atau sokbreker yang membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali ke posisi stabil.
Baca juga: Nyaman Tanpa Korban Performa, Ini Canggihnya Suspensi DiSus BYD
Jika sudah merasa seperti ini, bisa jadi suspensi mobil mulai melemah dan harus segera diganti.
Berisik
Suara berisik dari area kaki-kaki menandakan bahwa kondisinya sudah tak prima lagi sehingga perlu untuk mengganti dengan yang baru.
Terasa Tak Seimbang
Bila setiap roda memiliki jarak yang berbeda dengan spatbor, maka kemungkinan salah satu suspensi tidak berfungsi dengan baik.
Untuk memastikannya, Anda bisa membawa mobil ke bengkel kaki-kaki untuk pemeriksaan menyeluruh pada semua komponen
Oli Bocor
Ciri-ciri lainnya dari suspensi mobil yang sudah mulai bermasalah, yakni adanya kebocoran oli pada bagian shock absorber.
Oli yang sudah bocor menandakan komponen shock absorber sudah tidak sempurna, sehingga mau tak mau harus diganti.
Ban Aus
Ketika Anda melihat salah satu dari keempat tapak ban ada yang aus atau habis tidak merata, bisa jadi ini adalah tanda suspensi sudah mulai rusak.
Baca juga: Begini Cara Mengaktifkan Suspensi DiSus-C pada BYD Seal
Tips Agar Suspensi Mobil Tidak Cepat Rusak
Kerusakan suspensi tidak hanya memengaruhi kenyamanan, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan pengemudi dan penumpang.
Auto2000 membagikan beberapa tips yang bisa dilakukan oleh pemilik kendaraan agar suspensi mobil awet dan tidak cepat rusak.
Jaga Tekanan Udara Ban
Agar suspensi tetap berfungsi dengan maksimal, tekanan udara ban harus diperiksa. Jika tekanan udara pada ban tidak sesuai petunjuk teknis, maka suspensi akan bekerja lebih keras.
Hal ini berpotensi memperpendek usia pakai peredam kejut dan pegas mobil.
Cek Kondisi Shock Absorber
Periksa kondisi sokbreker, per dan hidrolis serta oli jika ada. Termasuk karet pelindung, stopper, dan komponen karet lainnya di kaki-kaki mobil.
Jangan sampai terjadi kebocoran dan korosi pada per karena mengakibatkan strukturnya melemah.
Perhatikan Payload Mobil
Jangan sampai muatan mobil melebihi daya angkut atau payload yang telah ditentukan. Pasalnya, suspensi memiliki kekuatan beban maksimal yang sanggup dibawa.
Jika dipaksakan, ada potensi sokbreker akan bocor bahkan bisa berakibat lebih parah lagi. Selain itu, muatan berlebih juga membuat mobil sulit untuk dikendalikan dan sangat berbahaya untuk keselamatan.
Rutin Spooring dan Balancing
Saat spooring akan dilakukan pengaturan sudut keselarasan roda. Jika kaki-kaki mobil bermasalah maka spooring akan sulit untuk dilakukan.
Baca juga: Jenis Sistem Suspensi Mobil: Kelebihan dan Kekurangan
Balancing mengatur perputaran roda agar tidak bergetar. Namun, andai ban bergetar secara berlebih, akan berdampak pada kekuatan sokbreker yang mesti menopangnya.
Rotasi Ban Saat Servis Berkala
Merotasi ban depan dengan belakang perlu dilakukan karena ban bagian depan biasanya akan lebih cepat habis. Misalnya saat sedang melakukan pengereman, otomatis rem depan dulu yang bekerja, kemudian tersalurkan ke belakang.
Kondisi ban yang selalu prima membantu kinerja sokbreker lantaran lebih mudah dalam meredam guncangan.
Mengemudi dengan Aman
Jangan berlaku sembarangan di jalan, seperti menghajar polisi tidur atau lubang jalan tanpa mengurangi kecepatan sedikit pun.
Atau melakukan akselerasi dan pengereman mendadak yang membuat sokbreker bekerja keras. Atur irama berkendara supaya komponen sokbreker tetap awet dan bekerja optimal.
Periksa Saat Servis Berkala
Waktu servis berkala, shock absorber, pegas, dan komponen lain yang terkait dengannya akan diperiksa untuk memastikan kondisinya selalu prima.
Termasuk spooring dan balancing serta rotasi ban untuk memastikan seluruh komponen kaki-kaki memperoleh perawatan yang optimal.
Penulis: Rizen Panji
Editor: Santo Sirait




