Alasan Polytron Belum Produksi Mobil Listrik Sendiri

Kudus – Sebagai pemain baru di kancah otomotif khususnya mobil listrik, Polytron belum memiliki rencana untuk melakukan produksi kendaraan secara mandiri.
Hariono, CEO Polytron mengatakan untuk melakukan produksi mobil listrik sendiri merupakan hal yang sangat berat, mengingat membutuhkan nilai investasi yang sangat besar.
“Jadi untuk membuat lini produksi untuk 1 tipe mobil listrik itu butuh investasi sekitar 1,5 juta dolar AS. Itu untuk 1 tipe saja, belum investasi baterai dan lainnya,” ujar Hariono di sela kunjungan pabrik Polytron di Kudus, Jawa Tengah, Selasa (9/12/2025)
Belum lagi persaingan antar produsen mobil listrik di Indonesia saat ini juga dinilai sangat berat lantaran banyak diisi dengan merek-merek besar asal China.
Maka dari itu, Polytron lebih memilih untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan asal China, yakni Skyworth untuk bisa mengurangi tingginya biaya produksi.
Baca juga: Polytron Optimis Bisa Bersaing dengan Merek Mobil China di Indonesia
Kendati demikian, mobil listrik Polytron dikatakan sudah memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) hingga 40 persen berkat penggunaan baterai yang dipasok dari Gotion.
Pada Juli 2025 lalu, Polytron dan Skyworth dikatakan akan mendirikan pabrik perakitan untuk merampingkan rantai pasok dan menekan biaya produksi.
Harapannya, dengan adanya pabrik ini kedua perusahaan bisa memproduksi mobil listrik hampir 10 ribu unit dalam tiga tahun ke depan.
Di sisi lain, Polytron juga harus memikirkan harga jual agar bisa kompetitif di kerasnya persaingan industri otomotif yang saat ini tengah terjadi agar tetap bisa diterima konsumen.
Untuk itulah Polytron memproduksi mobil listrik G3 dan G3+ di pabrik milik PT Handal Indonesia Motor (HIM) yang beberapa waktu lalu diluncurkan di Jakarta.
Menurut Diantika, General Manager Corporate Communication Polytron penjualan mobil listriknya secara retail sales hingga Desember ini baru mencapai 208 unit.
Baca juga: Polytron Fox 200, Cocok untuk Ibu-Ibu yang Sering Salah Kasih Lampu Sein
Angka penjualan terbesarnya terjadi pada Oktober 2025 mencapai 103 unit, kemudian di November hanya 58 unit saja.
Capaian ini dinilai masih wajar karena Polytron baru memulai aktivitas penjualan mobil listrik perdananya pada Juli 2025, ditambah belum banyak masyarakat yang mengenal produk mereka.
“Mobil listrik G3 dan G3+ masih baru di Indonesia, sehingga banyak orang belum mengenalnya. Apalagi mobil ini persaingannya ketat, karena tidak hanya produk tapi juga harga,” terang Diantika.
Perlu diketahui bahwa saat ini Polytron memiliki mobil listrik G3 dan G3+. Model tersebut ditawarkan dengan harga Rp 299 jutaan sampai Rp 339 jutaan bila menggunakan skema sewa baterai.
Sementara bila ingin membelinya beserta baterai maka pelanggan harus membayar Rp419 juta sampai Rp459 jutaan.
Mobil listrik Polytron dibekali baterai berkapasitas 51,9 kWh, tawarkan jarak tempuh 402 kilometer dalam satu kali pengisian daya penuh.
Penulis: Rizen Panji
Editor: Santo Sirait


