Bertekuk Lutut Di Hadapan Mitsubishi Destinator, Mode Tarmac Jadi Andalan

Pada hari Minggu (20/7/2025) kemarin, kami baru saja mencicipi Mitsubishi Destinator di sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat.
SUV terbaru yang digadang-gadang akan menjadi jagoan baru Mitsubishi ini berhasil membuat kami bertekuk lutut.
Bagaimana tidak, kami dibuat tak berdaya lewat kesempatan first drive yang digelar oleh PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI).
Dalam kesempatan tersebut, kami dihadapkan dengan 4 obstacle yang terdiri dari tes akselerasi, tes jalan basah, tes jalan zig-zag, dan area putar balik.
Keempat tes tersebut menjadi menu pengujian yang wajib kami santap untuk membuktikan kemampuan Mitsubishi Destinator.
Seperti apa impresi yang kami rasakan ketika mengendarai mobil berkapasitas 7 orang penumpang ini, berikut hasilnya.
Review Mitsubishi Destinator Tarmac Mode
Performa Mode Tarmac, Mesin Galak!
Dalam kesempatan ini, tes pertama yang wajib kami lakukan adalah akselerasi di trek sejauh lebih kurang 300 meter di sirkuit Sentul.
Untuk menguji kemampuan mesin ini kami menggunakan mode Normal dengan kondisi mobil hanya diisi dua orang saja.
Yakni saya sebagai pengemudi yang hanya ditemani oleh tim Mitsubishi dari bagian product planning untuk menjelaskan informasi kepada saya.
Masuk ke mode berkendara Normal, saya langsung menginjak pedal gas dalam-dalam untuk mengetahui impresi tenaganya.
Hasilnya, mesin berkode 4B40 yang ditanam di balik kap mesin ini terasa cukup galak walaupun menggunakan transmisi CVT untuk menyalurkan tenaga ke roda depan.
|
Spesifikasi Mesin Mitsubishi Destinator |
|
| Kode mesin | 4B40 |
| Kapasitas | 1.500 cc |
| Jumlah silinder | 4 silinder segaris |
| Tenaga | 160 hp @5.000 rpm |
| Torsi | 250 Nm @2.500-4.000 rpm |
| Teknologi | Turbocharge, DOHC, 16 valve |
| Kapasitas tangki BBM | 45 liter |
Mesin tersebut merupakan jantung pacu generasi kedua dari mesin serupa yang digunakan oleh Mitsubishi Eclipse Cross.
Sebagai generasi kedua, mobil ini memiliki teknologi berupa water cooled intercooler dan sebuah siklus rasio ekspansi tinggi (atkinson cycle).
Teknologi ini membuat tenaga yang dihasilkan oleh mesin akan lebih maksimal lantaran intercooler memiliki pendinginan yang lebih baik menggunakan air.
Baca juga: Punya Tiga Varian, Harga Mitsubishi Destinator Belum Dirilis
Ketika dipindah ke mode Tarmac, jujur saja saya sangat kaget lantaran setup mesin yang keluar terasa jauh lebih galak.
Mode Tarmac ini ibarat mode Sport di mobil lain. Setup mesin, transmisi, hingga setir terasa sangat berbeda.
Di mode ini, Anda dapat dengan mudah mendapatkan torsi dan tenaga yang cukup instan walaupun memakai transmisi CVT.
Transmisi juga akan memberikan respons yang lebih sigap, ditambah setir juga akan terasa sedikit lebih berat di mode Tarmac.
Handling dan Stabilitas di Mode Tarmac
Usai melakukan uji akselerasi, kami melanjutkan ke pengujian berikutnya yakni jalan basah disertai tikungan yang sudah disiapkan cone.
Sebelum mencoba pengujian ini, kami memindahkan mode berkendara ke Wet agar bisa merasakan perubahan pada mobil.
Hasilnya, mobil benar-benar sangat mudah untuk diajak bermanuver walaupun berkendara di kecepatan maksimal 40 km/jam seperti yang kami lakukan.
Adanya fitur active yaw control (AYC) pada Mitsubishi Destinator ini juga membuat kemampuan manuvernya semakin baik.
Di mode Wet, mesin akan membatasi tenaga yang dikeluarkan demi memberikan stabilitas tinggi dan mengurangi risiko ban selip.
Rintangan demi rintangan berhasil kami lewati dengan mudah tanpa kesulitan lantaran handling dari mobil ini terasa cukup baik.
Walaupun kondisi trek sirkuit Sentul tidak terlalu basah lantaran cuaca panas, setidaknya kami masih bisa merasakan gejala licin ketika melewati bagian ini.
Mudah Melibas Trek Zig-zag
Dari trek basah, kami dihadapkan dengan lintasan zig-zag yang sudah disediakan cone oleh pihak panitia.
Kami diharuskan untuk melewati lintasan zig-zag tersebut dengan kecepatan maksimum 40-50 km/jam untuk mengetahui kemampuan bermanuver.
Baca juga: Biarpun Mitsubishi XFC Concept Muncul Perdana di Vietnam, Versi Produksinya di Indonesia
Di sini kami diminta untuk menggunakan mode Tarmac untuk merasakan liarnya tenaga mesin sekaligus menguji kemampuan manuvernya.
|
Kaki-kaki Mitsubishi Destinator |
|
| Suspensi depan | MacPherson Strut |
| Suspensi belakang | Torsion beam |
| Ukuran pelek | 18 inci |
| Ukuran ban | 225/55 di semua roda |
| Ground clearance | 214 mm |
| Rem depan | Ventilated disc |
| Rem belakang | Ventilated disc |
Hasilnya, kehadiran fitur AYC pada Mitsubishi Destinator membuat kami dapat dengan mudah melewati rintangan tersebut.
Fitur AYC membuat kami dapat dengan mudah mengendalikan mobil sekaligus memberikan intervensi manuver.
Kami merasa kombinasi antara suspensi depan dan belakang Destinator ini terasa mumpuni untuk diajak berbelok.
Ground clearance dari mobil ini juga tergolong tinggi di angka 214 mm, atau lebih pendek dibanding Xpander Cross yang punya ground clearance 225 mm.
Mudah Putar Balik
Setelah selesai menyelesaikan rintangan yang dihadapi, kami segera melakukan putar balik untuk melewati jalur awal.
Di sini kami juga sekaligus menguji kemampuan putar balik Mitsubishi Destinator yang dinilai cukup baik.
SUV premium ini memiliki ground clearance 214 mm dengan approach angle 21 derajat, ramp breakover angle 20,8 derajat, dan departure angle 25,5 derajat.
Untuk melakukan putar balik pada area yang terbatas kami merasa cukup mudah untuk membuat mobil ini berbelok.
Kemampuannya berputar balik juga menjadi salah satu hal yang bisa kami highlight ketika melakukan pengujian singkat ini.
Posisi Duduk Mitsubishi Destinator Nyaman
Bagaimana posisi duduk dari Mitsubishi Destinator ini? Berikut impresi kami ketika duduk di semua barisnya.
Baris Depan
Duduk di baris depan ketika menjadi penumpang, kami merasa ruang kaki dan ruang kepalanya tergolong lega.
Kami mendapatkan AC dual zone yang dapat dibedakan antara pengemudi dan penumpang sehingga tak saling berebut.
Baca juga: Mitsubishi Uji SUV Baru di Eropa, Isu Pajero Sport Generasi Baru Menguat
Visibilitas ke depan juga sangat bagus, ditambah pengaturan untuk panoramic sunroof dapat diakomodir via head unit maupun tombol fisik di atas.
Semburan AC dapat dirasakan dengan nyaman berkat pengaturan kisi-kisi AC yang ukurannya terbilang besar.
Baris Kedua
Duduk di baris kedua, penumpang masih mendapatkan kisi-kisi AC yang terletak di bagian samping atas dekat pegangan tangan.
Penumpang di sini hanya dapat mengatur besar kecilnya semburan AC saja tanpa bisa mengatur suhu.
Selain itu penumpang juga memiliki soket pengisian daya Type-A maupun Type-C yang terletak di konsol tengah.
Kenyamanan juga semakin baik ketika sandaran untuk penumpang tengah diturunkan agar bisa menjadi arm rest untuk penumpang baris kedua.
Yang cukup kami suka, soket pengisian daya ini terbilang memiliki arus yang kencang atau fast charging.
Baris Ketiga
Lalu, bagaimana dengan duduk di baris ketiga? Duduk di baris ketiga rasanya terbilang masih akomodatif untuk orang dewasa.
Saya yang berpostur 172 cm masih dapat duduk dengan nyaman dengan ruang kaki yang masih cukup dan ruang kepala yang sangat lega.
Baca juga: Sambut Kehadiran Model Baru, Mitsubishi Motors Kolaborasi dengan Garuda Indonesia dan Tahilalats
Penumpang baris ketiga juga masih mendapatkan semburan AC lewat kisi-kisi yang berada di bagian atas, tepatnya di tengah.
Menurut kami, Mitsubishi Destinator memiliki elemen-elemen pendukung sebagai syarat mobil laris di Indonesia.
Kapasitas 7 penumpang, performa mumpuni, ground clearance tinggi, suspensi nyaman, panoramic sunroof, dan yang terpenting adalah desainnya cukup keren.
Kesimpulan
Setelah mencicipi Mitsubishi Destinator secara singkat, kami merasa kalau mobil ini layak masuk ke dalam list Anda yang hendak mencari mobil.
Harus ditegaskan lagi jika Destinator merupakan mobil yang benar-benar berbeda dari XForce yang sudah ada lebih dulu.
Platform dan jantung pacunya berbeda, sehingga tidak bisa dikatakan jika keduanya adalah mobil yang sama.
FAQ
Apa keunggulan utama Mitsubishi Destinator dalam pengujian berkendara?
Keunggulan utama terletak pada mode berkendara Tarmac yang memberikan respons mesin sangat agresif, handling presisi, serta kombinasi suspensi dan kontrol stabilitas yang mumpuni. Mode ini bisa diibaratkan sebagai mode Sport di SUV lain.
Bagaimana performa mesin Mitsubishi Destinator?
Mitsubishi Destinator dibekali mesin 4B40 berkapasitas 1.500 cc, 4 silinder, turbocharged, dengan tenaga 160 hp dan torsi 250 Nm.
Mesin ini menghasilkan performa galak, bahkan dengan transmisi CVT.
Bagaimana kemampuan handling Mitsubishi Destinator di medan sulit?
Handling sangat baik, bahkan saat melewati jalan basah dan lintasan zig-zag. Fitur Active Yaw Control (AYC) membantu menjaga kestabilan mobil saat bermanuver cepat.
Bagaimana kenyamanan duduk di baris ketiga?
Cukup nyaman untuk orang dewasa dengan tinggi 172 cm. Ruang kaki dan kepala masih memadai, serta terdapat ventilasi AC di atas kepala untuk menambah kenyamanan.
Apakah Mitsubishi Destinator cocok untuk keluarga?
Ya. Mobil ini dirancang untuk 7 penumpang dengan ruang kabin lega di semua baris, banyak fitur kenyamanan seperti AC dual zone, soket pengisian daya Type-A dan Type-C, serta panoramic sunroof.
Bagaimana dengan suspensi dan kaki-kaki Mitsubishi Destinator?
Suspensi depan menggunakan MacPherson Strut dan belakang Torsion Beam, dikombinasikan dengan ban ukuran 225/55 R18 yang cukup nyaman dan stabil untuk berbagai kondisi jalan.
Penulis: Rizen Panji
Editor: Tutus Subronto







