DRIVER

Aston Martin Mulai Tebar Pesona ke Tim Balap F1

Merek otomotif asal Inggris, Aston Martin, telah meresmikan kerja sama dengan tim Red Bull di balap Formula 1 (F1). Keduanya bakal berkolaborasi pada balapan musim 2018. Merek ini sanggup meyakinkan prinsipal tim balap perihal biaya produksi dan pengembangan yang kompetitif.

Demi memuluskan langkahnya, Aston Martin mulai menggarap konsep mesin untuk mobil F1. Pada November tahun lalu. Tim F1 bertemu dengan FIA, dan pabrikan calon pemasok mesin. Antara penyelenggara balap F1 dan FIA sepakat untuk mempertahankan konfigurasi mesin saat ini, V6 1.600cc turbo hybrid.

Rancangan mesin F1 musim 2021 dibuat bekerja pada 3.000 rpm lebih tinggi. Tujuannya untuk menghasilkan suara menggelegar demi daya tarik audiens.

Brand ekstotik Inggris ini juga telah membangun proyek hypercar dengan kemampuan setara mobil F1 sejak beberapa tahun lalu.

Dalam pengembangan mobil bernama Valkyrie, Aston Martin menggandeng Cosworth untuk penyedia mesin dan membajak Luca Marmorini dan Joerg Ross, kepala mesin Ferrari sebagai konsultan. Sementara pebalap Red Bull bertugas sebagai test driver Valkyrie.

Sudah sejak lama, Andy Palmer selaku CEO menegaskan bakal terlibat di F1 apabila terdapat aturan yang mengatur batasan biaya untuk balap musim 2021. Pemikiran ini pun mendapat respons positif dari tim-tim balap F1.

“Kita membutuhkan mesin yang lebih bising dan tidak terlalu membatasi performa, tapi dengan biaya yang lebih rendah. Saya pikir tidak ada orang yang tidak setuju dengan hal-hal yang saya sebutkan,” ujar Palmer sebagaimana dikutip Motorsport.

Aston Martin memahami ketidakpuasan para pabrikan mesin yang saat ini terlibat di F1. Ferrari bahkan serius mengancam akan keluar dari F1 jika proposal tersebut tidak direvisi. Palmer bahkan berkata bahwa pengurangan biaya saja belum tentu cukup.

“Poin yang paling penting adalah melakukan standarisasi pada komponen-komponen yang paling mendasar. Tujuannya, agar pabrikan independen bisa tinggal membeli dari pihak lain,” kata Palmer.

Aston Martin Manfaatkan Tim F1 Untuk Promosi Mobil Baru

Aston Martin Logo in Red Bull

Pembatasan biaya riset ini jelas menekan pengeluaran selama balapan berlangsung. Menurut rumor, Aston Martin sanggup melayani riset dan pasokan mesin untuk lebih dari dua tim. Salah satu tim yang kemungkinan beralih ialah Torro Rosso.

Si banteng merah ini awalnya jadi tim satelit Ferrari, karena koneksi negara asal, Italia. Namun, Torro Rosso banting setir ke Honda sebagai pemasok mesin. Bukan tidak mungkin, tim itu bakal berpaling ke Aston Martin di balapan musim selanjutnya.

Dalam kapabilitasnya sebagai pemasok mesin, Palmer melihat sebagai investasi di luar balapan. Ia punya perhitungan kasar soal biaya dan harga yang diminta kepada tim balap F1.

“Dengan banyaknya isu di F1, Anda harus menghitung berapa biaya tak ternilai. Bicara investasi dari sisi pemasaran, tidak harus dalam bentuk fisik. Pengembalian dari sisi pemasaran diharapkan datang dalam bentuk penjualan mobil,” jelas Palmer.

Palmer melihat kesempatan sebagai pemasok mesin untuk promosi hypercar yang sedang mereka siapkan. Situasi semakin ideal bila 2021 Aston Martin telah bekerja sama dengan beberapa tim, karena mendekati periode peluncuran mobil terbaru mereka.

“Anggap saja kami mempersiapkan promosi, sebelum mobil bermesin tengah kami pesaing Ferrari 488 diuncurkan. Semuanya tentang membangun kredibilitas. Ini supaya kami benar-benar siap menghadapi Ferrari, McLaren dan Lamborghini di jalan raya,” kata eks Wakil Presiden Nissan itu. (dna)

Tags

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker