
Jakarta – Diler gabungan Wuling Motors (Wuling) dan Morris Garages Motor Indonesia (MG) telah hadir di Indonesia, tepatnya di Ruko Italian Walk, Kelapa Gading. Apa perbedaan diler tersebut dengan diler Wuling dan MG yang lain di Tanah Air?
Junkan Shao, CEO PT ZHC Aladin International menyampaikan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara diler MG dan Wuling di Kelapa Gading dengan diler lain kedua merek tersebut.
“Sebetulnya, perbedaannya lebih ke gabungan. Ini digabung jadi satu (MG dan Wuling), sedangkan yang lain meskipun di bawah satu naungan, tidak akan digabungkan,” ujar Shao di sela acara peresmian SAIC Co-branded MG & Wuling User Experience Center di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (25/8/2025).
Baca Juga: Pertama di Dunia, Diler Gabungan MG dan Wuling Diresmikan di Indonesia
Ia mengatakan tujuan dihadirkan diler gabungan MG dan Wuling untuk memberikan pelayanan yang lebih memuaskan kepada konsumen di Indonesia.
“Dari sisi pelanggan MG dan Wuling, bisa memudahkan mereka untuk datang dan melakukan transaksi. Jadi, kepuasan mereka bisa lebih didapatkan. Mereka datang, lihat-lihat, dan bisa juga langsung compare mobil MG dan Wuling di satu tempat yang sama,” jelas Shao.
Selain itu, Shao juga membeberkan alasan dipilih Kelapa Gading sebagai lokasi diler gabungan MG dan Wuling pertama untuk pasar Indonesia serta global.
“Lokasi di sini (Kelapa Gading) sangat mendukung. Diler ini menempel dengan mal di mana menjadi salah satu nilai lebih. Biasanya, bisa lebih mendatangkan traffic. Makannya, lokasinya cocok dan ini mempermudah kami,” ungkap Shao.
“Kami tidak berharap dua merek ini (MG dan Wuling) bersaing, tapi kami berharap dua merek tersebut bisa saling support sehingga dapat memberikan peluang dalam penjualan,” lanjut dia.
Baca Juga: Bukti Semakin Serius, Wuling Motors Tambah Satu Dealer di Ciputat
Tantangan Hadirkan Diler Gabungan MG dan Wuling di Indonesia
Shao memberitahukan ada beberapa tantangan yang dihadapi dalam menghadirkan diler gabungan MG dan Wuling di Indonesia, salah satunya terkait lokasi.
“Yang paling susah itu sebenarnya cari tempat dan lokasinya. Apalagi yang kita tahu tempat yang bagus, tempat yang keren di Jakarta pasti sudah padat. Tempatnya terbatas, kalau mau taruh dua merek jelas tidak bisa. Jadi, kalau kami mau cari tempat yang pas dan sesuai kemauan, kurang pas,” tutup Shao.
Penulis : Nadya Andari
Editor : Santo Sirait



