Jaecoo Indonesia Resmikan Diler Kedua di Jakarta, Ada Fasilitas Fast Charging

Jakarta – Jaecoo Indonesia kembali memperluas jaringan penjualan dan purnajual dengan meresmikan diler baru yang terletak di Jakarta Utara. Berbagai fasilitas unggulan tersedia di diler baru ini untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen.
Mengusung nama Jaecoo Arta Pluit, diler ini menjadi yang kedua di Jakarta. Keberadaan diler baru ini merupakan hasil kerja sama antara Jaecoo Indonesia dan PT Arta Auto Sentosa.
Baca Juga: Keuntungan Membeli Jaecoo J7 yang Dijual dengan Harga Mulai Rp499 Jutaan
Diler Jaecoo Arta Pluit terletak di lokasi strategis, tepatnya di jalan Pluit Indah No.1, RT.6/RW.6, Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
“Ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat komitmen kami untuk memperkenalkan Jaecoo, terutama di wilayah Jakarta Utara. Seperti yang kita ketahui, Pluit merupakan kawasan yang berkembang dalam bidang ekonomi, bisnis, dan gaya hidup premium,” ungkap ujar Max Zhou, Country Director Jaecoo Indonesia.
Sementara itu, Wilson Suryahusada, CEO Arta Auto Sentosa mengatakan peresmian diler ini menjadi pencapaian penting yang memperkuat komitmen perusahaan bersama Jaecoo Indonesia untuk lebih dekat dengan konsumen terutama di kawasan Pluit dan Jakarta Utara.
Wilson Suryahusada, CEO PT Arta Auto Sentosa dan Max Zhou, Country Director Jaecoo Indonesia (Foto: Santo/Carmudi)
“Jakarta Utara merupakan kawasan dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat dan banyak kawasan perumahan. Dengan pembukaan diler ini, masyarakat tidak hanya dapat melihat tetapi juga mengalami langsung lini produk Jaecoo,” ujar Wilson.
Fasilitas Diler Jaecoo Arta Pluit
Dirancang dengan konsep 3S (Sales, Service, Sparepart), diler Jaecoo Arta Pluit berdiri di atas lahan seluas 2.112 meter persegi dengan luas bangunan 1.576 meter persegi.
Diler baru Jaecoo ini menyediakan fasilitas lengkap, seperti, showroom, area penerimaan konsumen, area display aksesori, ruang negosiasi, area penerimaan servis, area tunggu servis di lantai 1 dan 2, dan mushola.
Khusus area servis kendaraan memiliki 6 service bay dan 1 washing bay yang mampu melayani hingga 18 kendaraan per hari. Fasilitas lain yang tak kalah menariknya, yaitu tersedia fast charging di area parkir dengan kapasitas 120 Kwh. Fasilitas ini bisa digunakan oleh pelanggan secara gratis.
“Brand kami lebih premium sehingga kami juga mengharapkan nantinya seluruh diler itu akan dilengkapi dengan DC Fast Charging dan kami lagi pelajari keja sama dengan salah satu vendor, sehingga nanti setiap diler akan dilengkapi dengan DC fast charging dengan kapasitas bisa sampai 120 Kwh,” terang Setia Hariadi Head of Dealer Network Development Jaecoo Indonesia, saat konferensi pers usai peresmian diler, Selasa (12/8/2025).
“Seluruh fasilitas DC charging ini kami integrasikan dengan aplikasi PLN atau SPKLU sehingga siapa pun yang membutuhkan pengecasan baterai bisa menggunakan fasilitas di diler Jaecoo di seluruh Indonesia. Tetapi memang kami baru mulai di Pluit. nanti ke depannya kami pelajari untuk bisa ekspansi ke seluruh jaringan Jaecoo,” sambungnya.
Target Peresmian Diler Baru Jaecoo
Jaecoo Arta Pluit merupakan diler keempat di Indonesia yang diresmikan pembukaannya. Bulan depan, Jaecoo Indonesia masih memiliki beberapa diler lain yang siap diresmikan pengoperasiannya.
“Kami komitmennya bahwa tahun ini akan membuka 50 diler, sedangkan untuk target grand opening-nya di 30 diler. Kenapa 30 diler karena tahun ini sisa empat bulan dan beberapa pembangunan diler itu mulai dari tanah kosong. Itu butuh waktu sehingga kami targetkan memang hanya 30 yang grand opening,” jelas Setia.
Bila di total hingga September mendatang, sebenarnya Jaecoo Indonesia telah punya belasan diler di Indonesia. Hanya saja untuk peresmiannya akan dilakukan secara bertahap.
Baca Juga: GIIAS 2025 Jadi Panggung Serah Terima 300 Unit Jaecoo J7 SHS ke Konsumen
“Bulan ini saja ada tambahan sekitar empat lagi setelah Pluit. Bulan depan adalah sisanya, jadi totalnya adalah 15 diler sampai dengan September,” pungkasnya.
Ke depan pihaknya juga akan membidik wilayah-wilayah yang memang belum tercakup, sepeti contohnya Banda Aceh, Jambi, Lampung dan beberapa kota sekunder di Jabodetabek.
Penulis: Santo Sirait





