Kejutan, Mercedes-Benz Dikabarkan akan Gunakan Mesin BMW

Stuttgart – Mercedes-Benz dikabarkan tengah menyusun strategi paling tak terduga dalam sejarah, yakni menggunakan mesin BMW pada model mereka di masa depan.
Dua perusahaan yang yang telah lama bersiang sejak puluhan tahun lalu ini tampaknya akan segera memulai babak baru dengan menjalin kerja sama.
Mengutip dari Autocar, Selasa (26/8/2025), Mercedes-Benz sedang menjajaki kemungkinan untuk menggunakan mesin B48 buatan BMW untuk model plug-in hybrid.
Jantung pacu berkapasitas 2.000 cc, 4 silinder, turbocharge ini diprediksi akan mengisi kap mesin dari GLA, GLB, CLA, C-Class, E-Class, GLC, hingga beberapa model lain.
Kabar ini memang terdengar seperti plot film aksi, di mana dua merek besar bersaing tetapi justru membahas kerja sama untuk sharing pemakaian mesin.
Tujuan Mercedes-Benz jelas, ingin mempercepat kehadiran model plug-in hybrid yang sesuai standar Euro 7 tanpa harus membangun mesin baru dari nol, sekaligus memangkas biaya pengembangan.
Baca juga: BMW Klaim Catat SPK 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibandingkan Kompetitor di GIIAS 2025
Kerja sama untuk memakai mesin BMW di tubuh Mercedes-Benz ini juga mengurangi biaya pengembangan untuk mesin empat silinder, sehingga Mercedes bisa fokus pada rekayasa mesin enam silinder dan delapan silinder.
BMW akan mendapatkan keuntungan dari pendapatan sekaligus bisa memanfaatkan kapasitas produksi yang ada di pabrik Steyr di Austria.
Mengutip dari situs Carscoops, kerja sama antara kedua perusahaan asal Jerman ini bisa terwujud paling cepat pada 2027 mendatang.
Dalam diskusi lebih lanjut, Mercedes-Benz dan BMW tak hanya terbatas pada mesin namun bisa merambat ke pemakaian transmisi hingga powertrain elektrik.
Peluang ini muncul setelah performa penjualan mobil listrik Mercedes-Benz menurun di Amerika Serikat (AS) pada tahun lalu sehingga membuat mereka menghentikan penjualan untuk EQE dan EQS.
Jadi, pendekatan plug-in hybrid berbasis mesin BMW bisa menjadi strategi cerdas dalam menghadapi realitas industri yang sedang bergejolak.
Baca juga: Banyak Merek China Masuk Indonesia, Mercedes-Benz: Bukan Saingan
Walaupun kabar ini masih menjadi rumor semata, jika pembicaraan berlangsung mulus bukan tak mungkin sebagian besar mobil Mercedes-Benz di masa depan akan memakai jantung dari BMW.
Penulis: Rizen Panji
Editor: Santo Sirait



