Repost #carmudiTips dan Trik

Kenapa Mesin Motor Bisa Ngelitik? Ini Penyebab dan Solusinya

Pernah mendengar suara aneh seperti ketukan logam dari mesin motor saat berakselerasi? Jika iya, besar kemungkinan itu adalah tanda-tanda mesin motor ngelitik.

Kondisi ini bukan cuma bikin pengendara risih, tapi juga bisa berdampak buruk pada performa hingga usia pakai mesin jika dibiarkan terlalu lama.

Sederhananya mesin motor ngelitik atau knocking terjadi karena proses pembakaran di ruang bakar tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Bukannya menghasilkan tenaga secara halus, tekanan di ruang bakar justru memicu pembakaran yang terjadi sebelum waktunya dan tidak terkontrol.

Motor Trail Kawasaki

Mesin Kawasaki KLX150 (Foto: Kawasaki)

Gejalanya bisa dikenali dari suara mesin yang kasar, tarikan yang terasa berat, hingga suhu mesin yang cepat meningkat.

Dalam artikel ini, kita akan bahas lebih lanjut apa saja penyebab mesin ngelitik, bagaimana cara mengatasinya, dan langkah pencegahan agar motor tetap sehat dan bertenaga.

Baca juga: Panduan Lengkap Setiap Bagian-bagian Mesin Motor

Penyebab Mesin Motor Ngelitik

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan mesin motor ngelitik. Umumnya berkaitan dengan pembakaran yang tidak sempurna atau penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai.

Berikut ini beberapa penyebab paling umum:

1. Kompresi Mesin Terlalu Tinggi

Mesin dengan rasio kompresi tinggi membutuhkan bahan bakar beroktan tinggi agar pembakaran berjalan sempurna.

Jika memakai bensin dengan RON rendah pada mesin berkompresi tinggi, maka pembakaran bisa terjadi sebelum waktunya. Inilah yang memicu suara ngelitik.

2. Penggunaan Bahan Bakar Tidak Sesuai

Menggunakan bahan bakar yang tidak sesuai dengan rekomendasi pabrikan menjadi salah satu pemicu utama terjadinya ngelitik.

Rasio kompresi yang semakin tinggi menuntut penggunaan bahan bakar dengan angka oktan yang lebih tinggi pula. Misalnya, motor sport 150 cc atau 250 cc sebaiknya tidak diisi Pertalite karena oktannya terlalu rendah.

3. Tumpukan Karbon di Ruang Bakar

Lama-kelamaan, sisa pembakaran bisa menumpuk dan membentuk kerak karbon di ruang bakar. Endapan ini bisa meningkatkan rasio kompresi secara tidak langsung dan memicu pembakaran dini.

Akibatnya, mesin jadi mudah ngelitik meskipun sudah pakai bahan bakar yang sesuai.

4. Setelan Pengapian Tidak Tepat

Pengapian yang disetel terlalu maju dapat menyebabkan percikan api terjadi sebelum waktu idealnya.

Ini menyebabkan campuran udara dan bahan bakar terbakar sebelum piston mencapai titik atas, yang kemudian menimbulkan bunyi ngelitik.

5. Kualitas Oli Menurun

Meski tidak secara langsung menyebabkan ngelitik, oli yang sudah menurun kualitasnya bisa membuat mesin lebih cepat panas.

Suhu mesin yang terlalu tinggi akan memperbesar risiko pembakaran dini, apalagi jika ditambah bahan bakar yang kurang tepat.

6. Sensor atau ECU Bermasalah (Pada Motor Injeksi)

Pada motor injeksi, ECU dan sensor, seperti knock sensor atau sensor suhu bertugas menyesuaikan waktu pengapian dan campuran bahan bakar.

Jika sensor bermasalah atau ECU error, pengaturan pembakaran bisa kacau dan menyebabkan knocking.

Cara Mengatasi dan Mencegah Mesin Motor Ngelitik

servis kendaraan

Lakukan servis kendaraan secara rutin agar sepeda motor lebih prima. Foto: Carmudi Indonesia.

Mesin ngelitik bukan cuma soal suara yang mengganggu, tapi bisa berdampak pada kerusakan jangka panjang jika tidak segera ditangani.

Untungnya, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi dan mencegah masalah ini:

1. Gunakan Bahan Bakar yang Sesuai

Langkah paling dasar adalah memastikan memakai bensin dengan oktan yang sesuai dengan spesifikasi mesin. Cek buku manual motor untuk mengetahui rekomendasi RON yang dianjurkan.

Untuk motor harian 110–125 cc biasanya cukup dengan RON 90, tapi untuk mesin berkompresi lebih tinggi, seperti 150 cc ke atas sebaiknya pakai RON 92 ke atas.

2. Rutin Membersihkan Ruang Bakar

Endapan karbon di ruang bakar bisa memicu knocking. Solusinya adalah dengan melakukan servis rutin seperti decarbonizing atau pembersihan injektor dan ruang bakar.

Beberapa bengkel juga menyediakan layanan engine flush untuk mengangkat kerak dari dalam mesin.

3. Perhatikan Suhu Mesin

Pastikan sistem pendinginan motor bekerja optimal, terutama jika sering berkendara jarak jauh atau dalam kemacetan.

Cek kondisi oli secara berkala dan ganti sesuai jadwal. Oli yang dalam kondisi baik berperan penting dalam menjaga kestabilan suhu mesin saat bekerja.

4. Setel Ulang Pengapian (Untuk Motor Karburator)

Jika masih pakai motor karburator, pengapian bisa diatur secara manual. Pastikan timing pengapian tidak terlalu maju.

Bila perlu, bawa ke bengkel terpercaya untuk setelan ulang sesuai standar pabrik.

5. Cek Kondisi Sensor dan ECU (Untuk Motor Injeksi)

Pada motor injeksi, ECU dan sensor memegang peranan penting dalam menjaga kinerja mesin tetap optimal.

Kalau merasa motor ngelitik padahal sudah pakai bensin yang tepat, mungkin ada masalah di sistem elektronik.

Pemeriksaan dengan scanner di bengkel resmi bisa membantu mendeteksi kerusakan pada sensor atau ECU.

6. Jangan Memaksakan Gas Penuh saat RPM Rendah

Cara berkendara juga memengaruhi potensi ngelitik. Hindari membuka gas terlalu dalam saat putaran mesin masih rendah, karena itu bisa memicu pembakaran dini.

Disarankan untuk menaikkan putaran mesin terlebih dahulu sebelum melakukan akselerasi secara agresif.

bengkel Sepeda Motor

Servis sepeda motor di bengkel resmi (Foto: YIMM)

Apakah Motor yang Ngelitik Harus Turun Mesin?

Pertanyaan apakah mesin motor yang mengalami ngelitik harus langsung turun mesin sebenarnya tidak bisa dijawab secara “hitam putih”.

Pada dasarnya, ngelitik merupakan gejala awal dari proses pembakaran yang tidak sempurna di ruang bakar.

Selama kondisi ini masih tergolong ringan dan belum menyebabkan kerusakan mekanis pada komponen dalam mesin, penanganannya biasanya cukup dilakukan lewat langkah ringan.

Misalnya dengan mengganti bahan bakar ke oktan yang lebih tinggi, membersihkan ruang bakar dari deposit karbon, menyetel ulang sistem pengapian, atau memperbaiki sensor dan ECU, khususnya pada motor injeksi.

Namun, jika gejala ngelitik dibiarkan terus-menerus tanpa penanganan, efek jangka panjangnya bisa berbahaya.

Pembakaran yang tidak terkendali dapat menyebabkan kerusakan pada piston, membengkokkan klep, hingga menimbulkan retakan di kepala silinder.

Kalau sudah masuk tahap ini, tentu saja turun mesin menjadi langkah yang tak terhindarkan untuk memperbaiki kerusakan secara menyeluruh.

Karena itu, penting untuk mengenali gejala sejak awal dan segera melakukan perbaikan agar kondisi mesin tidak semakin parah dan biaya perbaikannya tetap bisa ditekan.

Kesimpulan

Mesin motor yang ngelitik memang terdengar sepele, tapi kalau dibiarkan terus-menerus bisa berujung pada kerusakan serius.

Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai, pengapian yang tidak tepat, hingga penumpukan karbon di ruang bakar.

Untungnya, gejala ngelitik bisa diatasi dan dicegah sejak awal dengan perawatan yang tepat dan pemilihan bahan bakar yang sesuai spesifikasi mesin.

Langkah sederhana seperti rutin servis, menjaga suhu mesin tetap stabil, serta memahami cara berkendara yang benar bisa menjadi kunci untuk menjaga performa motor tetap optimal.

Jadi, kalau mulai mendengar suara ketukan logam dari ruang mesin, jangan diabaikan. Semakin cepat ditangani, semakin kecil risiko mesin harus turun dan biaya perbaikan pun bisa diminimalkan.

Biaya Servis Motor Yamaha di Bengkel Resmi

(Foto: Yamaha Banjarnegara)

FAQ

Berikut ini beberapa pertanyaan yang beredar di internet terkait mesin motor ngelitik.

  • Apa Itu Knocking Mesin?

Knocking mesin, atau biasa disebut ngelitik, adalah kondisi saat proses pembakaran di ruang bakar tidak terjadi pada waktu yang tepat.

Akibatnya, muncul suara seperti ketukan logam dari mesin, terutama saat akselerasi atau menanjak.

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh bahan bakar yang tidak sesuai, rasio kompresi tinggi, atau pengapian yang terlalu maju.

  • Motor Boleh Ganti-ganti Bensin?

Sebenarnya motor boleh saja berganti jenis bensin, asalkan masih dalam rentang nilai oktan yang sesuai dengan spesifikasi mesin.

Namun, terlalu sering mengganti-ganti bahan bakar dari RON tinggi ke rendah (atau sebaliknya) bisa memengaruhi proses pembakaran dan membuat ECU harus terus menyesuaikan.

Untuk hasil terbaik, sebaiknya konsisten menggunakan bensin dengan angka oktan yang direkomendasikan oleh pabrikan.

  •  Apa Ciri-Ciri Motor Turun Mesin?

Ciri motor yang perlu turun mesin biasanya ditandai oleh performa yang menurun drastis, asap knalpot yang keluar berwarna putih pekat, oli cepat habis atau bercampur air, hingga muncul suara kasar dari dalam mesin.

Kalau motor sudah menunjukkan gejala-gejala tersebut, pemeriksaan menyeluruh perlu dilakukan karena kemungkinan ada kerusakan pada komponen internal seperti piston, klep, atau silinder head.

Baca juga: Tips Memilih Oli Mesin Motor 2 Tak, Tetap Harus Diganti Secara Rutin

Penulis: Mada Prastya
Editor: Tutus Subronto

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker