BeritaBioetanolGJAW 2024hidrogenNewsPT Toyota Astra MotorRepost #carmudiToyota Kijang Innova ZenixToyota Mirai

Mengenal Manfaat Mobil Hidrogen dan Bioetanol Lewat Lini Kendaraan Toyota

Tangerang — Bukan hanya listrik atau hybrid, teknologi elektrifikasi kendaraan yang ada saat ini juga menawarkan sumber tenaga berupa hidrogen seperti yang bisa ditemui pada mobil Toyota Mirai.

Faktanya hal ini menjadi salah satu sorotan dari kehadiran PT Toyota Astra Motor (TAM) dalam Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2024.

Dalam pameran di ICE, BSD City, Tangerang hingga Minggu, 1 Desember itu, TAM memamerkan Mirai FCEV (Fuel Cell Electric Vehicle) generasi ke-2.

Baca juga: Fakta Menarik Tentang Toyota Mirai Generasi Terbaru

Mobil Hidrogen Toyota Mirai FCEV

Mobil Hidrogen Toyota (Foto: Toyota)

Mirai adalah mobil yang menggunakan hidrogen murni sebagai sumber daya energi penggerak motor listrik sehingga dapat dipastikan nol emisi. Mobil ini hanya menghasilkan air murni dan menawarkan pengalaman berkendara yang senyap khas mobil listrik.

Toyota menilai teknologi ini dapat ikut dimanfaatkan moda transportasi lain, termasuk industri, perusahaan, dan rumah tangga.

“Toyota memajang FCEV berbahan bakar hidrogen murni yang zero emission untuk memperluas support terhadap upaya meningkatkan penggunaan energi terbarukan, bersama pengembangan FFV dalam mendukung mobilitas rendah emisi dengan memanfaatkan energi alternatif biofuel,” kata Hiroyuki Ueda, President Director TAM.

Toyota melihat FCEV sebagai salah satu opsi mobility solution masa depan. Mengingat berlimpahnya sumber daya alam untuk memproduksi gas hidrogen yang pada akhirnya berpeluang mengurangi pemakaian bahan bakar fosil.

Kijang Innova Zenix Bioetanol

Di samping itu, pabrikan Jepang ini juga kembali menghadirkan Kijang Innova Zenix HEV FFV (Flexy Fuel Vehicle). Mobil ini menggabungkan teknologi hybrid yang sudah dimilikinya dengan penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT).

Kijang Innova Zenix HEV Bioetanol

(Foto: Toyota)

Menggunakan bahan bakar bioetanol yang dihasilkan dari tanaman tebu, sorgum, jagung, singkong, dan sebagainya. Bukan sebatas menekan emisi, penggunaan tanaman-tanaman itu juga dinilai akan membantu kesejahteraan para petani di Indonesia.

Untuk hal ini, Toyota bahkan telah melakukan kerja sama dengan Pertamina Patra Niaga dan Serasi Autoraya (SERA) melakukan uji coba mobil Toyota dengan bioetanol E10.

Tujuannya untuk mempelajari efektivitas penurunan emisi dan biaya operasional.

“Semua mobil Toyota telah dirancang supaya dapat memanfaatkan bahan bakar bioetanol hingga kadar tertentu (E10),” kata Henry Tanoto, President Director TAM.

Baca juga: Toyota New Fortuner GR Sport, Andalan Sejati di Tengah Persaingan Sengit SUV

Penulis: Mada Prastya
Editor: Santo Sirait

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker