Tips Cerdas Membeli Mobil Pertama, Hindari 4 Kesalahan Ini!

Jakarta – Membeli mobil pertama adalah momen yang sangat dinanti-nanti oleh banyak orang, terutama bagi kalangan muda yang ingin merasakan kenyamanan dan kebanggaan memiliki kendaraan pribadi. Namun, sebelum melakukan pembelian mobil perlu dilakukan persiapan yang matang.
Sebagai konsumen awam, terutama yang baru pertama kali membeli mobil, tentu akan merasa bingung untuk memulai dari mana. Jangan sampai salah strategi atau langkah, karena bisa-bisa mobil yang diterima tidak sesuai harapan, atau cicilan per bulan untuk pembelian mobil secara kredit malah melebihi perkiraan awal dan menjadi beban finansial.
Baca Juga: Mobil Baru Juli 2025: Mobil Listrik dan Hybrid yang Semakin Menggoda
Sebagai panduan, Auto2000 dalam keterangan resminya baru-baru ini membeberkan empat kesalahan umum saat membeli mobil pertama yang harus dihindari. Berikut ini uraian singkat tentang kesalahan-kesalahan tersebut:
Tidak Melakukan Riset
Tidak disarankan untuk membeli mobil baru tanpa melakukan riset terlebih dahulu. Sebab, bisa jadi Carmudian memilih mobil yang tidak sesuai dengan kebutuhan.
Sebelum membeli mobil ada baiknya melakukan riset terlebih dahulu. Jangan mudah tergoda hanya karena tampilan mobil menarik.
Perlu dicari tahu juga soal spesifikasi, fitur, serta kelebihan dan kekurangan dari mobil yang sudah diincar.
Selanjutnya, perhitungkan berapa jumlah penumpang yang akan sering naik mobil tersebut, termasuk dimensi kendaraan agar sesuai dengan garasi dan lebar jalan di dekat rumah.
Pastikan juga peruntukkan dari mobil yang hendak dibeli, apakah hanya digunakan untuk harian di perkotaan atau perjalanan jauh.
Dengan demikian, Carmudian bisa menentukan jenis mobil yang tepat sesuai kebutuhan, apakah sedan, hatchback, Sport Utility Vehicle (SUV) atau Multi-Purpose Vehicle (MPV).
Tidak Melakukan Perhitungan Cicilan
Sebagian besar masyarakat membeli mobil secara kredit, namun sering kali mereka kurang teliti dalam menghitung cicilan yang sesuai dengan kemampuan finansial.
Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk membeli mobil pertama secara kredit, sebaiknya lakukan perhitungan kasar terlebih dahulu mengenai seberapa besar Down Payment (DP) yang ingin di bayar dan biaya yang harus dikeluarkan tiap bulannya.
Supaya lebih meyakinkan, disarankan untuk meminta bantuan tenaga penjual supaya hitungan-hitungannya lebih jelas.
Banyak orang yang salah langkah, meskipun cicilannya terlihat ringan, tetapi tetap harus disesuaikan dengan penghasilan rutin setiap bulannya agar tidak membebani keuangan.
Sederhananya, jika penghasilan Rp10 juta, maksimal cicilan per bulan yang ideal adalah antara Rp2-3 juta.
Jika pendapatan diperkirakan masih akan berkembang dalam waktu dekat, Carmudian bisa memilih tenor lebih panjang, seperti 5 tahun, agar cicilan bulanan lebih ringan.
Namun, jika pendapatan sudah lebih stabil, sebaiknya pilih DP yang lebih besar. Dengan begitu, cicilan bulanan bisa lebih ringan, dan bisa menjaga kestabilan keuangan keluarga dalam jangka panjang.
Tidak Memikirkan Biaya Servis atau Perbaikan
Memiliki mobil bukan hanya fokus pada harga dan cicilan yang harus dikeluarkan tiap bulan, tapi juga perlu memikirkan biaya servis atau perbaikan yang akan timbul seiring waktu. Meskipun pabrikan menyediakan garansi kendaraan, tapi memiliki batasan waktu dan hanya mencakup beberapa komponen atau spare part tertentu.
Tak hanya itu, Carmudian juga perlu memikirkan biaya tak terduga lainnya yang harus dikeluarkan ketika memiliki mobil, seperti pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM), parkir, tol, asuransi, dan sebagainya.
Jika tidak diperhitungkan dengan cermat, biaya tambahan ini bisa tembus puluhan juta rupiah.
Tidak Mempertimbangkan Nilai Jual Kembali
Mobil memang aset konsumtif, tapi bukan berarti pemiliknya tidak perlu memikirkan harga jual kembali. Sebagai pemilik mobil, Carmudian juga harus mempertimbangkan apakah mobil yang dipilih memiliki harga jual kembali yang baik atau tidak.
Baca Juga: Tips Penting Perawatan Mobil Pribadi Setelah Dipakai Mudik Lebaran
Jika berencana untuk memiliki mobil hanya dalam jangka waktu 3-4 tahun dan ingin naik kelas atau mengganti model keluaran terbaru, pastikan harga jual kembali mobil yang dipilih tidak terlalu rendah.
Penulis: Santo Sirait





