Tokoh Penting Nissan Ini Berharap Penerus GT-R R35 Masih Punya Suara Mesin

Yokohama — Seiring berakhirnya produksi Nissan GT-R R35 pada Agustus 2025, tak tertutup kemungkinan muncul pertanyaan di kalangan penggemar mengenai seperti apa penerus mobil sport legendaris tersebut.
Apakah akan mengusung teknologi elektrifikasi berupa hybrid atau bahkan sepenuhnya beralih menjadi mobil listrik?
Hiroshi Tamura, yang dikenal sebagai sosok penting di balik pengembangan GT-R, menyampaikan pandangan pribadinya terkait hal itu.
Ia berharap karakter GT-R di masa depan tetap menghadirkan nuansa mesin konvensional.
“Bahkan di masa depan, saya berharap masih ada sedikit saja nuansa suara dari ruang bakar,” ujar Tamura dalam artikel di situs web Nissan Motor Corporation baru-baru ini.
Baca juga: Nismo Omori Factory, Oase Penggemar Fanatik Nissan akan Performa
Godfather of GT-R
Bagi pria yang sudah lebih dari 40 tahun berkarier di Nissan ini, GT-R bukan hanya sekadar proyek teknik, melainkan juga bagian dari hidupnya.
Ia terinspirasi sejak masa kecil ketika menyaksikan GT-R bertarung di Fuji Speedway, lalu mewujudkan mimpi itu dengan terlibat langsung dalam pengembangan berbagai generasi mobil sport Nissan.
Kedekatan Tamura dengan GT-R membuat pandangannya memiliki bobot tersendiri.
Ia kerap disebut sebagai “Godfather of GT-R” karena perannya yang konsisten menjaga karakter mobil ini selama beberapa dekade.
Dalam banyak kesempatan, Tamura menegaskan bahwa GT-R harus memiliki keseimbangan antara performa balap dan kenyamanan harian, sebuah filosofi yang diwujudkan pada R35.
Namun demikian, perlu digarisbawahi bahwa pernyataan terkait mesin bensin tersebut hanya merupakan harapan pribadi dari Tamura. Itu bukan pernyataan resmi Nissan mengenai arah pengembangan GT-R ke depan.
Faktanya, hingga kini Nissan belum memberikan informasi apa pun mengenai generasi penerus GT-R.
Pabrikan hanya menutup babak R35 dengan melahirkan sejumlah edisi khusus, tanpa menyampaikan detail rencana suksesor.
Meski demikian, komentar Tamura setidaknya menunjukkan masih ada kerinduan untuk mempertahankan elemen tradisional pada GT-R.
Hal ini seolah menjadi kontras dengan tren industri otomotif global yang semakin bergerak ke arah elektrifikasi penuh.
Baca juga: Kenapa Sistem AWD Nissan X-Trail e-Power e-4orce Berbeda?
Penulis: Mada Prastya
Editor: Santo Sirait




