Toyota Hilux Rangga SUV: Upaya Mengulang Kesuksesan Kijang yang Multiguna

Kini PT Toyota Astra Motor (TAM) tengah mengedepankan Hilux Rangga SUV Concept agar dikenal lebih luas oleh masyarakat.
Setelah sempat muncul dalam beberapa pameran, mobil ini pun menjadi salah satu unit kendaraan yang bisa dicoba oleh kalangan media dalam journalist test drive yang berlangsung di Surabaya, Jawa Timur, Rabu—Jumat (11—13/12/2024).
Wujudnya sudah jelas tampak berbeda dibandingkan Hilux Rangga yang dikenal luas sebagai mobil pikap.
Kini mobil tersebut berpenampilan selayaknya kendaraan penumpang jenis Sport Utility Vehicle (SUV) dengan eksterior yang tampak tangguh.
Toyota dalam keterangan resminya menyebut tema Modern Adventure sebagai benang merah desainnya.
Dari ujung bumper depan sampai pilar B mobil ini memang masih mencirikan tampilan asli Hilux Rangga, tapi sekarang ada tambahan bodi belakang untuk mengakomodir kebutuhan ruang kabin.
Penting diingat mobil ini tidak akan langsung memiliki wujud demikian ketika keluar dari pabrik Toyota.
Melainkan ada keterlibatan perusahaan karoseri atau body builder dalam pembuatannya.
Dalam hal Hilux Rangga SUV Concept, Toyota bekerjasama dengan perusahaan karoseri asal Magelang, Jawa Tengah, yaitu New Armada yang membuat bodi mobil konversi ini menggunakan teknik stamping.
“Toyota memberikan kesempatan kepada body builder untuk memperluas portfolio konversi dengan menghadirkan All New Hilux Rangga SUV Concept,” kata Marketing Director TAM Anton Jimmi Suwandy.
Baca juga: Toyota Hilux Rangga, Ini Alasannya Pilih Varian High Ketimbang Standard
Berharap Ulang Kesuksesan Kijang
Langkah seperti ini bisa dibilang bukan sesuatu yang baru lagi buat Toyota di Indonesia.
Model legendaris Kijang zaman dulu juga hadir lewat kolaborasi-kolaborasi dengan karoseri, seperti diutarakan Anton.
“Konversi mobil niaga menjadi mobil penumpang, sudah pernah dilakukan oleh Toyota bersama karoseri saat menghadirkan Toyota Kijang Minibus yang mendulang sukses sehingga memperoleh julukan sebagai Mobil Keluarga Indonesia”, ujarnya.
Masalahnya dulu lini kendaraan Toyota bagi konsumen Tanah Air belum selengkap sekarang. Persaingan model kendaraan sejenis dari merek lain juga masih minim.
Makanya Kijang berhasil menjadi mobil penumpang yang begitu laris di tengah-tengah masyarakat walau awalnya justru buat angkut barang.
Namun, kini kondisinya berbeda yang membuat Hilux Rangga harus benar-benar menemukan ceruk pasarnya sendiri jika ingin mengulang kesuksesan tersebut.
Singkat kata masih banyak mobil SUV atau Multi Purpose Vehicle (MPV) yang lebih nyaman dibandingkan unit prototype Hilux Rangga SUV Concept yang tim Carmudi coba ini.
Masih memungkinkan untuk dijadikan mobil operasional yang menuntut spesifikasi tertentu atau justru sekalian mobil hobi yang berkaitan dengan gaya hidup.
Peran Toyota dalam Prosesnya
Toyota mengaku tidak akan lepas tangan begitu saja setelah menjual Hilux Rangga yang akan dikonversi khususnya oleh New Armada.
Peran Toyota meliputi pengembangan konsep design styling-nya. Kemudian pabrikan ini juga memastikan adanya quality control yang baik pada setiap tahap produksi.
Sebelumnya, Toyota mengaku telah melakukan pengamatan terhadap fasilitas produksi yang dimiliki New Armada untuk memastikan perusahaan karoseri ini memiliki kapabilitas yang baik.
Sebagai informasi, New Armada itu sendiri telah malang melintang selama 50 tahun dalam membuat karoseri minibus hingga big bus.
Sebelum Hilux Rangga hadir, New Armada sudah langganan melakukan konversi Hiace Premio yang diubah menjadi luxury minibus guna keperluan perusahaan travel ataupun private.
“Dengan rekam jejak tersebut, Hilux Rangga yang memiliki identitas sebagai mobil niaga, dikonversi menjadi passenger car untuk memenuhi kebutuhan mobilitas keluarga. All rounder ini juga merupakan bukti kompetensi karoseri lokal dalam memproduksi SUV yang makin diminati masyarakat,” tutur Anton.
Kolaborasi Toyota dan New Armada ini juga termasuk penyediaan Sistem Sertifikasi Registrasi Uji Tipe (SRUT) dan Surat Keputusan Rancang Bangun (SKRB) agar mobil konversi bisa digunakan secara legal di jalan raya.
Melihat Bagian Interior
Hilux Rangga SUV Concept yang tim Carmudi temui dibangun menggunakan basis varian paling atas, yaitu 2.4 High AT.
Itu berarti mobil ini menggunakan mesin diesel 2.400 cc dengan kode 2GD-FTV serupa dengan yang bisa ditemui pada Fortuner atau Kijang Innova Reborn.
Pengalaman berkendara yang dirasakan ketika berada di jok pengemudi tak jauh berbeda dengan Hilux Rangga pikap.
Visibilitas ke depan cukup baik karena pengendara masih bisa melihat ujung depan kap mesin. Di samping itu, pilar A yang ramping juga memperluas pandangan ketika menyetir.
Sedangkan hal yang membedakannya ialah desain jok terpisah dengan adanya konsol tengah. Hal ini merupakan bawaan pabrik untuk varian paling tinggi Hilux Rangga.
Saat masuk ke kabin belakang maka akan disuguhkan dengan jok baris kedua yang sandarannya bisa dilipat secara manual.
Mesti diakui kenyamanan di bagian ini belum optimal. Lantai kabin terlalu tinggi yang membuat posisi kaki harus lebih menekuk saat duduk.
Hal ini kemungkinan karena Hilux Rangga menggunakan sasis ladder frame.
Efek yang juga dirasakan dari hal itu ialah headroom jadi minim.
Masih menyangkut kenyamanan, mereka yang berada kabin belakang juga akan merasakan karakter suspensi yang rigid.
Wajar saja mengingat Hilux Rangga menggunakan leaf spring di belakang. Memang kuat dan cocok digunakan mobil barang, tapi tidak nyaman bagi penumpang.
Namun, setidaknya mobil ini sudah dilengkapi dengan AC double blower dan power window untuk jendela belakang. Kedua hal ini tentunya merupakan fitur tambahan dari karoseri.
Beda dengan power window jendela depan ataupun pengaturan spion elektrik yang sudah menjadi standar untuk Hilux Rangga varian paling atas.
Sedikit menyinggung soal infotainment, mobil prototype ini menggunakan head unit berukuran 7 inci yang di dalam menunya tampak sudah ada Android Auto dan Apple Carplay, tapi tim Carmudi tidak mencoba mengoperasikannya.
Kesimpulan Hilux Rangga SUV Concept
Hilux Rangga SUV Concept bisa dibilang bukan mobil yang cocok semua kalangan. Apalagi mereka yang sangat menuntut kenyamanan.
Masih banyak mobil lain yang bisa memenuhi kebutuhan akan hal itu.
Namun, SUV konversi ini bisa menjadi pilihan bagi mereka yang menginginkan mobil bermesin diesel, transmisi matik, dan Rear Wheel Drive (RWD) yang kuat.
Mungkin saja mereka yang menginginkan mobil kedua untuk menunjang hobi petualangan outdoor atau kendaraan operasional dengan spesifikasi tertentu.
Pada akhirnya Toyota berharap Hilux Rangga benar-benar mengikuti jejak Kijang dulu yang sukses menjadi mobil multiguna.
“Sesuai tagline Toyota Kijang Pick Up ‘Mudah Dibentuk Sesuai dengan Kebutuhan’, sejak puluhan tahun lalu Toyota sudah membangun kerja sama dengan berbagai karoseri lokal. Hasilnya adalah sebuah mobil multiguna yang sanggup menyesuaikan selera dan kebutuhan mobilitas masyarakat di masa itu,” kata Marketing Director TAM Hiroyuki Oide.
FAQ
Berikut ini beberapa pertanyaan yang sering muncul di internet terkait topik serupa.
Hilux Rangga Mobil Apa?
Hilux Rangga adalah mobil komersial terbaru dari Toyota yang meluncur di Indonesia pada Oktober 2024.
Hilux Rangga Bensin atau Diesel?
Mobil ini memiliki dua pilihan mesin, yaitu diesel 2.400 cc dan bensin 2.000 cc.
Hilux Rangga RWD atau FWD?
Hilux Rangga menggunakan sistem penggerak roda belakang alias RWD.
Baca juga: Modifikasi Sangar Hilux Rangga Jadi Mobil Balap Toyota Gazoo Racing
Penulis: Mada Prastya
Editor: Dimas