Xpeng Dituduh Ganti Komponen Diam-diam Demi Hindari Recall

Guangzhou – Xpeng Motors dikabarkan dituduh diam-diam mengganti komponen yang rusak demi menghindari penarikan kembali untuk perbaikan atau recall.
Hal ini membuat Xpeng Motors harus menghadapi kritik dan reaksi keras dari konsumen atas penanganannya terhadap kegagalan sistem kemudi yang berpotensi membahayakan.
Disitat dari Car News China, Senin (25/8/2025), Xpeng dituduh mengganti komponen diam-diam untuk model P7+.
Menurut Economic Information Daily, surat kabar di bawah kantor berita Xinhua, China ditemukan masalah pada sistem power steering pada Xpeng P7+.
Kerusakan tersebut membuat sistem power steering bisa menjadi tiba-tiba rusak atau macet total ketika sedang digunakan berkendara.
Walaupun banyak keluhan dan ditemukan bukti masalah, Xpeng dilaporkan menolak mengakui adanya cacat sistemik atau melakukan penarikan kembali.
Baca juga: Diler Perdana Xpeng Dilengkapi Tiga Charging Station
Investigasi yang dilakukan oleh Economic Information Daily mengungkap jika Xpeng menggunakan strategi ganda yang cukup kontroversial.
Secara diam-diam merek yang bermarkas di Guangzhou, China ini memakai sealant pada komponen kemudi selama perawatan rutin dan selektif mengganti sistem kemudi bagi para konsumen yang lantang melakukan komplain.
Xpeng juga membantah adanya cacat yang meluas pada mobil P7+ milik para konsumen.
Gan, seorang pemilik mobil di Shenzhen, China mengatakan jika Xpeng sangat mempertaruhkan nyawa dari konsumennya sendiri.
Atas malfungsi tersebut, mobil Xpeng secara mendadak memberikan gerakan setir tiba-tiba setelah berpindah jalur, yang mana ini sangat membahayakan.
Situasi semakin parah ketika sistem kemudi yang baru diganti pun ternyata juga mengalami kegagalan yang sama seperti sebelum diganti.
Baca juga: Mobil Xpeng Bakal Dirakit Lokal di Purwakarta, Menggunakan Fasilitas Produksi Milik Handal
Seorang pemilik mobil lainnya menyebutkan bahwa unit pengganti mereka rusak hanya dua minggu setelah pemasangan komponen baru, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas perbaikan yang dilakukan Xpeng
Xpeng Mengelak Tanggung Jawab Recall
Ketika dikonfrontasi oleh para konsumen di kantor pusat, Xpeng mengelak dari tanggung jawab dengan menyatakan jika prosedur penarikan kembali ditentukan setelah berkonsultasi dengan otoritas regulasi.
Bahkan Xpeng juga mengklaim pusat layanan yang seharusnya bertanggung jawab mengurus masalah pemeliharaan atau perbaikan, bukan kantor pusat.
Para pakar mengaku apa yang dilakukan Xpeng disengaja untuk menghindari peraturan recall yang ada di China.
Dengan cara mengganti komponen secara bertahap dan tidak mengakui adanya cacat massal, perusahaan diduga berusaha menghindari pengawasan regulator sekaligus mengurangi potensi kerugian finansial.
Kondisi ini semakin menjadi sorotan karena otoritas China belakangan memperketat pengawasan terhadap pembaruan perangkat lunak (over-the-air/OTA) di kendaraan pintar.
Baca juga: Sah! Xpeng Umumkan Harga G6 dan X9, Termurah Rp599 Juta
Xpeng sendiri tercatat telah merilis sembilan pembaruan besar pada sistem “Xinghe” hanya dalam kurun waktu sembilan bulan.
Fakta tersebut memicu pertanyaan apakah seluruh pembaruan sudah sesuai prosedur dan dilaporkan ke regulator sebagaimana mestinya.
Penulis: Rizen Panji
Editor: Santo Sirait


