XPeng G6 Pro Siap Diproduksi di Indonesia Akhir November 2025

Tangerang – XPeng Indonesia akan memulai produksi salah satu model mobil listrik terbarunya, yaitu G6 Pro di Indonesia dalam waktu dekat.
Diketahui Sport Utility Vehicle (SUV) coupe listrik tersebut telah meluncur di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Tangerang 2025. Pada kesempatan yang sama pihaknya turut memberitahu estimasi harganya, yakni Rp619 juta On The Road (OTR) Jakarta.
Baca Juga: Masih Andalkan Handal, XPeng Belum Berniat Bangun Pabrik
Lebih lanjut, Hari Arifianto, Vice President of Marketing XPeng Indonesia, menyampaikan bahwa G6 Pro akan mulai dirakit di Tanah Air pada November tahun ini.
“G6 Pro baru akan kami mulai produksi di akhir bulan ini,” ungkap Hari di sela acara peresmian diler XPeng di QBIG BSD, Tangerang, Senin (17/11/2025).
Adapun produksi XPeng G6 Pro nantinya akan dilakukan di fasilitas perakitan kendaraan milik PT Handal Indonesia Motor (HIM) yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat.
Dengan demikian, G6 Pro akan menjadi model kedua XPeng yang dirakit lokal, setelah Multi Purpose Vehicle (MPV) listrik X9 yang sudah meluncur terlebih dahulu di Indonesia pada Juni 2025.
Hari belum bisa memastikan kapan unit G6 Pro akan sampai di tangan konsumen yang sudah melakukan pemesanan. Namun, ia menyebut pihaknya berupaya mencegah lamanya waktu inden mobil tersebut.
“Pengennya di bawah enam bulan, jangan lama-lama,” terang Hari.
Baca Juga: Sah! Xpeng Umumkan Harga G6 dan X9, Termurah Rp599 Juta
Tertarik Hadirkan Model Khusus untuk Indonesia
Selain itu, Hari mengatakan pihaknya tidak menutup kemungkinan akan menghadirkan produk yang khusus dirancang untuk pasar Tanah Air ke depan.
“Everything is possible, tapi kami lebih pengen fokus dengan apa yang kami jalanin dulu sekarang, kayak sebelum mobil beredar kami tes dulu untuk memastikan apa iklim Indonesia yang khas, implikasinya ke kendaraan apa. So far, kami melihat tidak ada masalah teknikal,” jelas Hari.
“Ini yang kami pengin lihat. Kalau melihat progress-nya bagus kenapa tidak? Jangan lupa Indonesia adalah fasilitas assembly pertama kami (di luar China), ini yang kami banggakan,” pungkas dia.
Penulis: Nadya Andari
Editor: Santo Sirait




