BYD Atto 1 Banjir Pemesanan, Inden Sudah Sampai Desember 2025

Yogyakarta — BYD Motor Indonesia mengungkap bahwa Atto 1 yang baru diluncurkan pada Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 mendapat sambutan positif dari konsumen.
Luther Panjaitan, Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia (BMI) mengatakan, berdasarkan pengalaman pihaknya, model yang baru meluncur di pameran biasanya mendominasi total Surat Pemesanan Kendaraan (SPK).
“Baru bisa keluarkan (angkanya) secara keseluruhan total penjualan selama GIIAS 2025, yaitu 4.195 (unit) dan di dalamya ada komponen Atto 1. Namun, banyak di beberapa pengalaman kegiatan kita, di auto show, biasanya unit yang launching itu selalu yang cukup dominan dan signifikan, namun persentasenya saya belum bisa disclose karena kita masih penghitungan,” ujar Luther, Rabu (13/8/2025), di sela test drive Atto 1 di Yogyakarta.
Atto 1 hadir sebagai mobil listrik compact yang dirancang untuk kebutuhan perkotaan. Menariknya, harga mobil ini berada di kisaran Low Cost Green Car (LCGC) bermesin bensin yang sudah lebih dulu ada di pasar.
Baca juga: REVIEW First Impression BYD Atto 1
Model ini tersedia dalam dua varian, yakni Dynamic dan Premium dengan harga masing-masing Rp195 juta serta Rp235 juta on the road Jakarta.
Varian Dynamic memiliki klaim jarak tempuh maksimal 300 km (NEDC) sedangkan Premium tembus hingga 380 km (NEDC). Keduanya dibekali motor listrik bertenaga 55 kW (setara sekitar 74 hp) dan torsi puncak 135 Nm.
Antrean Inden Sudah Sampai Desember
Konsumen Indonesia yang ingin membeli Atto 1 perlu bersabar menunggu unit tiba di garasi. Pemesanan yang dilakukan saat GIIAS 2025 diperkirakan baru akan mendapat unit pada Oktober hingga November. Namun kini antrean sudah merambah ke pengiriman bulan Desember.
“Jadi sepertinya (pemesanan) paruh tengah GIIAS sudah masuk ke November dan sekarang sudah ada yang menyentuh Desember,” kata Luther.
Ia menambahkan, BYD berupaya memaksimalkan pengiriman Atto 1 agar konsumen tidak menunggu terlalu lama.
Pihaknya mengaku sudah belajar dari penjualan model-model sebelumnya, ditunjang jaringan penjualan yang kini lebih luas.
“Sedikit yang berbeda, kita mengalami hal ini dari tahun sebelumnya, pada saat itu jaringan penjualan kita belum semumpuni sekarang, jumlah tenaga penjualnya, tenaga logistik, distribusi semuanya belum seperti sekarang,” jelas Luther.
Baca juga: BYD Atto 1: Pilihan Baru Mobil Listrik Harga Terjangkau yang Wajib Dilirik
Penulis: Mada Prastya
Editor: Santo Sirait


