Dimensi Kecil BYD Atto 1, Guncangan Besar Pasar LCGC

Dari luar, BYD Atto 1 tampak seperti city car biasa. Dimensinya ringkas, panjangnya bahkan tak sampai empat meter.
Namun, begitu duduk di balik kemudi dan mulai melaju di jalur Semarang—Yogyakarta kemarin, mobil listrik ini mengubah kesan awal itu.
Kelincahannya memang sesuai harapan, tapi kenyamanan yang diberikannya justru melampaui dugaan.
Perjalanan test drive pada Rabu—Kamis (13—14/8/2025) itu menjadi ajang pembuktian bagi Atto 1 khususnya varian Dynamic yang tim Carmudi kendarai.
Dari awal, kelincahannya mobil listrik Rp195 juta ini sudah terasa, wajar mengingat bodinya yang kompak.
Namun, yang membuat tim Carmudi terkejut adalah tingkat kenyamanan yang ditawarkannya.
Kenyamanan itu sudah terasa sejak pengemudi duduk di kursinya. Jok dengan headrest menyatu.
Meski tidak bisa diatur, tapi ternyata headrest dirancang dengan matang sehingga mampu menyangga kepala dengan rileks.
Baca juga: BYD Atto 1 Banjir Pemesanan, Inden Sudah Sampai Desember 2025
Balutan kulit sintetis juga memberi sentuhan premium yang jarang ditemui di mobil harga terjangkau pada umumnya.
Meski dimensinya kecil, ruang kaki di sisi pengemudi terasa lega.
Kaki kiri bisa selonjor berkat desain area pedal yang menyisakan banyak ruang ke arah depannya.
Pengaturan jok memang belum elektrik dan setir hanya bisa naik-turun, tetapi bahkan pengemudi bertinggi 180 cm tetap mendapatkan posisi yang ideal.
Beberapa fitur, seperti pengaturan spion elektrik dan cruise control sudah tersedia. Kadang membuat lupa kalau ini adalah sebuah varian bawah.
Untuk cruise control bekerja di kecepatan 40—120 km/jam, cukup membantu di perjalanan jarak jauh.
Satu hal yang perlu dibiasakan adalah lingkar kemudi yang terasa besar ketika digenggam tangan.
Serta pandangan ke arah depan yang sulit untuk menemukan ujung “kap mesin”. Butuh adaptasi terutama bagi pengemudi yang masih awam.
Penumpang belakang juga mendapat jok berlapis kulit sintetis dengan posisi duduk yang cukup nyaman, meski tanpa adanya pengaturan apa pun.
Fasilitas di baris kedua boleh dibilang terbatas pada kantong penyimpanan di belakang kursi depan.
Namun, BYD memberikan lekukan besar di konsol tengah sehingga ruang kaki terasa lebih lega. Lantai kabin yang rata pun menambah kenyamanan penumpang.
Masih Pakai Tombol Fisik
Banyak mobil listrik China kini mengandalkan layar sentuh untuk hampir semua pengaturan.
Namun, Atto 1 memilih mempertahankan tombol fisik untuk fungsi-fungsi penting, seperti pengaturan kipas AC, mode berkendara, auto brake hold, hingga transmisi.
Letaknya tersusun rapi di dasbor, tepat di bawah head unit 10,1 inci. Sedangkan panel instrumen 7 inci menampilkan informasi berkendara secara jelas.
Koneksi Apple CarPlay dan Android Auto bisa dilakukan secara nirkabel maupun kabel.
Sayangnya, varian Dynamic belum memiliki fitur wireless charging seperti varian Premium.
Pengalaman Berkendara
Atto 1 menyediakan tiga mode berkendara: Eco, Normal, dan Sport.
Mode Eco membatasi kecepatan maksimum di 100 km/jam, sedangkan Normal dan Sport memungkinkan hingga 130 km/jam, bahkan lebih tinggi saat diuji di jalan tol.
Mode Sport terasa paling pas untuk berkendara di jalur bebas hambatan karena akselerasinya lebih sigap.
Fitur regenerative energy hadir untuk membantu pengisian daya saat deselerasi, tapi pengaturannya hanya bisa diakses melalui menu “Energy” di head unit.
Pengemudi juga bisa menyesuaikan Steering Assist Mode dan Brake Assist Mode dengan pilihan Comfort atau Sport lewat head unit.
Varian Dynamic itu sendiri menggunakan baterai 30,08 kWh dengan klaim jarak tempuh 300 km (NEDC).
Dalam perjalanan 171 km kemarin, sisa daya turun dari 99 persen ke 20 persen meski mobil dipacu tanpa memperhatikan efisiensi.
Pengisian daya listrik bisa menggunakan konektor DC CCS 2, dengan klaim 30–80 persen hanya memakan waktu 30 menit.
Varian ini menerima daya hingga 30 kW, sementara Premium hingga 40 kW.
Fitur Vehicle to Load (V2L) 2,2 kW juga tersedia, memungkinkan mobil menjadi sumber listrik untuk peralatan elektronik.
Untuk penggunaan di dalam kota, secara ukuran Atto 1 bukan yang paling mungil di segmennya, tetapi tetap praktis untuk parkir di ruang terbatas atau melewati jalan sempit.
Kamera mundur membantu memudahkan manuver-manuver dalam penggunaan sehari-hari.
Guncangan Pasar LCGC
Dengan semua yang dibawanya, bukan mustahil Atto 1 menjadi salah satu mobil listrik harga terjangkau favorit di masa depan.
Eksteriornya sedap dipandang, interiornya nyaman, dan jarak tempuhnya tergolong ideal untuk penggunaan perkotaan.
Hal yang tak kalah penting, harganya setara dengan Low Cost Green Car (LCGC) yang kini didominasi mobil bermesin bensin dengan harga kerap dianggap kemahalan.
Tak sedikit yang berpendapat mobil ini berpotensi menggerus pasar LCGC. Peluang itu jelas ada.
Namun, pertanyaan berikutnya adalah seberapa banyak calon pembeli mobil pertama, yang selama ini menjadi target pasar LCGC, berani menjadikan mobil listrik murni sebagai kendaraan utamanya?
Baca juga: Melejit di GIIAS 2025, BYD dan Denza Raih 4.000 Lebih SPK
Penulis: Mada Prastya
Editor: Santo Sirait





