Focus Motor Ungkap Alasan Konsumen Ragu Beli Mobil Bekas Merek China

Tangerang – Pasar mobil bekas di Indonesia saat ini mulai kedatangan merek-merek asal China. Meski demikian, sebagian konsumen Indonesia masih merasa ragu membeli mobil bekas merek China.
Menurut Azka, Chief Operating Officer (COO) Focus Motor Group, keraguan konsumen disebabkan karena harga pada model yang baru keluar terkadang mengalami penurunan.
“Sebenarnya, lebih ke listrik mereka takut beli karena ada penurunan harga tiba-tiba (model baru). Yang ICE (Internal Combustion Engine) lumayan turun juga harganya. Chery kemarin mengeluarkan facelift malah turun (harga). Jadi, besok-besok kami ambil mobilnya revisi terus harganya,” ujar Azka di sela acara peresmian cabang baru Focus Motor di Gading Serpong, Tangerang, Rabu (27/8/2025).
Baca Juga: Harga Wuling Air EV Bekas Sudah Mulai dari Rp140 Jutaan, Tertarik?
Azka membeberkan depresiasi harga mobil bekas China terbilang tinggi, khususnya yang listrik. Ia menyebut depresiasi harga mobil listrik bekas China bisa tembus 70 persen.
“Kalau mobil listrik, sekitar 60 persen karena kami mengikuti versi barunya. Dalam setahun, bisa 70 persen, sangat jauh. Wuling Air EV pertama kali dijual Rp300 juta kurang, sekarang harga bekasnya sekitar Rp120-130 juta karena mengeluarkan tipe Light kalau tidak salah,” ungkap Azka.
“Jadi sebenarnya, bisnis di mobil listrik bekas tergantung dari APM (Agen Pemegang Merek), bukan pasarnya,” lanjut dia.
Selain itu, Azka juga mengungkap bahwa banyak penjual mobil bekas di Indonesia yang sebenarnya tidak berani menjual mobil listrik. Hal ini berkaitan dengan leasing.
“Mereka banyak yang tidak jual mobil listrik bekas. Mereka sangat takut karena berbagai faktor, salah satunya konsumen tidak bisa ambil leasing biasanya kalau mau beli mobil listrik bekas,” kata dia.
Baca Juga: Tips Membeli Mobil Listrik Bekas, Apa Saja Pilihannya?
Meski demikian, Azka menilai mobil China memiliki kualitas yang tidak kalah bagus jika dibandingkan dengan mobil merek Eropa.
“Sebenarnya, mobil China itu kualitasnya sangat bagus, sudah mirip-mirip mobil Eropa. Harga model barunya pun sebenarnya sudah sangat murah. Harga versi second-nya bisa lebih murah, jadi sangat value for money,” tutup Azka.
Penulis: Nadya Andari
Editor: Santo Sirait





