Isi Baterai Makin Cepat, China Rilis Pengisian Daya Supercharger 1.600 kW

Beijing – China kembali membuat gebrakan dengan merilis pengisian daya baterai mobil listrik supercharger berdaya hingga 1.600 kW.
Pengisian tersebut milik Orange Charging, perusahaan yang terkait dengan raksasa transportasi daring asal China, yakni Didi.
Dikutip dari Car News China, Jumat (4/7/2025), Didi bersama Orange Charging merilis pengisian daya supercharger yang sangat kuat berpendingin cairan.
Menurut perusahaan yang berkantor pusat di Beijing, China ini, alat tersebut mampu memompa daya hingga 1.600 kW.
Artinya, baterai mobil listrik yang dicas hanya dalam waktu 60 detik ini mampu memiliki jarak tempuh hingga 100 km.
Pengisi daya supercharger terbaru ini dikembangkan dengan mitra manufaktur yang sayangnya tidak disebutkan identitas.
Baca juga: Alasan Orang Ragu Membeli Mobil Listrik, Salah Satunya SPKLU Terbatas
Namun, hal ini menjadi lompatan besar dalam perang kekuasaan yang kini sedang meningkat pada industri kendaraan listrik dunia.
Pengumuman ini sekaligus menempatkan afiliasi Didi di tengah munculnya nama besar di sektor otomotif dan teknologi yang ada di Negeri Tirai Bambu.
Alat tersebut dilengkapi sistem cerdas bernama Orange Charging Unicorn OS, platform perangkat lunak yang diberi nama untuk mengelola aliran daya yang sangat besar.
Fitur utamanya dalam kemampuannya untuk mendistribusikan daya secara fleksibel yang berarti stasiun pengisian daya ini memiliki beberapa bilik yang dapat mengalokasikan daya untuk bisa mengirimkan daya maksimum ke kendaraan.
Orange Charging sendiri saat ini sudah memiliki lebih dari 46.000 stasiun pengisian daya dengan hampir setengahnya sudah dibekali pengisi daya maksimum 180 kW.
Teknologi berdaya 1.600 kW ini merupakan langkah logis perusahaan, walaupun hal ini sebenarnya terlihat ekstrem.
Baca juga: Makin Canggih! BYD Rilis Pengisian Daya 1.000 kW
Langkah Orange Charging merupakan bagian dari gerakan yang jauh lebih besar di seluruh industri pengisian daya kilat megawatt.
BYD belum lama ini juga telah meluncurkan pengisian daya megawatt yang menawarkan daya hingga 1.000 kW dari satu konektor.
Lalu raksasa teknologi, Huawei juga berencana mengincar pasar truk listrik dengan mencoba menghadirkan pengisian daya 1.500 megawatt.
Kemudian Zeekr juga belum lama ini meluncurkan stasiun pengisian daya V2 berdaya maksimum hingga 1.200 megawatt miliknya.
Pengisian Daya Supercharger Timbulkan Kekhawatiran
Hadirnya pengisian penggunaan daya sebesar ini tentunya menimbulkan kekhawatiran, lantaran daya sebesar itu sama dengan kebutuhan daya di satu lingkungan kecil.
Tanpa adanya peningkatan substansial dan manajemen energi cerdas, penerapan teknologi tersebut akan secara luas tidak mungkin dilakukan.
Baca juga: Voltron Bangun SPKLU di IKN, Tarifnya Hanya Rp2.000an Per kWh
Perusahaan besar seperti BYD hingga saat ini masih berupaya mengatasi hal tersebut dengan memadukan sistem penyimpanan energi berskala besar dengan stasiun pengisian daya mereka.
Tujuannya agar dapat menyimpan listrik di luar jam sibuk untuk digunakan kembali selama sesi pengisian daya tinggi.
Dari segi infrastruktur, investasi alat berpendingin cairan ini memiliki biaya sangat mahal yang termasuk pemasangan, peningkatan koneksi jaringan, perawatan, hingga penggantian pendingin khusus secara berkala.
Jika tidak dirawat, maka kabel dengan daya super tinggi tersebut akan meleleh dan menimbulkan potensi bahaya seperti kebakaran maupun ledakan sewaktu-waktu.
Penulis: Rizen Panji
Editor: Santo Sirait




