Malaysia Akhirnya Punya Mobil Listrik Perdana, Perodua QV-E

Kuala Lumpur – Perodua sebagai merek otomotif Malaysia secara resmi meluncurkan mobil listrik bernama QV-E.
Menariknya, Perodua QV-E adalah mobil listrik pertama buatan Malaysia yang bukan sekadar hasil rebadge atau perubahan logo.
Datuk Seri Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia, menyebut QV-E sebagai mobil listrik 100 persen buatan Malaysia pertama dalam sejarah negara tersebut.
Dikutip dari Arena EV, Kamis (4/12/2025), nama Perodua QV-E memiliki makna sebagai Quest for Visionary Electric Vehicle (QV-E).
Mobil listrik tersebut dijual dengan harga yang cukup murah, mulai dari 80.000 ringgit atau sekira Rp322 jutaan (belum termasuk asuransi).
Baca juga: Maxus Serahkan 50 Unit Mifa 9 ke Grab, Hadirkan Layanan Eksklusif Berbasis Mobil Listrik
Crossover subkompak ini bisa memiliki harga murah lantaran konsumen yang hendak membeli nantinya tidak mendapatkan baterai, alias wajib menyewa baterai.
Mobil ini dijual dengan skema sewa baterai yang berlaku selama sembilan tahun ketika memutuskan untuk melakukan pembelian di awal.
Sewa ini mewajibkan calon pembeli harus melakukan pembayaran khusus untuk paket baterai yang dibanderol 275 ringgit sebulan atau setara Rp1,1 jutaan.
Hal ini mungkin terdengar menjengkelkan bagi sebagian orang, tapi perhitungan ini dinilai bisa menjadi salah satu kesepakatan yang adil bagi konsumen.
Jika ditotal, maka biaya yang dikeluarkan oleh pemilik mobil listrik ini selama pemakaian sembilan tahun untuk menyewa baterai mencapai Rp120,4 jutaan.
Baterai yang digunakan oleh Perodua QV-E memakai lithium iron phosphate berkapasitas 52,5 kWh yang dipasok oleh CATL yang diklaim mampu memberi daya jelajah 445 km berdasarkan NEDC.
Baca juga: Perodua Axia Jalani Tes ASEAN NCAP Sebelum Rilis
Mobil berkapasitas lima penumpang ini dibekali dengan motor listrik tunggal yang dipasang pada roda depan.
Klaimnya, motor listrik tersebut bertenaga 150 kW atau setara 201 hp dengan torsi maksimum 285 Nm. Kemampuan akselerasi dari 0-100 km/jam di 7,5 detik saja.
Untuk dapat melahirkan QV-E, Perodua dikatakan sudah mengeluarkan investasi sebesar 200 juta dolar AS atau setara Rp3,3 triliun untuk melakukan riset dan pengembangan.
Bahkan Perodua juga menjalin kerja sama dengan Magna Steyr untuk merancang kendaraan listrik pertamanya ini.
Menurut informasi, mobil listrik ini akan mulai diproduksi sebanyak 500 unit sebulan sebagai langkah awal.
Ditargetkan pada kuartal ketiga 2026 mendatang, Perodua bisa meningkatkan produksinya menjadi 3.000 unit mobil dalam sebulan.
Penulis: Rizen Panji
Editor: Santo Sirait



