Subaru Indonesia Perkenalkan Jok Anti Pegal

Jakarta – Subaru Indonesia secara resmi memperkenalkan jok anti pegal kepada konsumen di Tanah Air.
Jok tersebut tersedia di model tertentu yang dijual di Indonesia, salah satunya adalah Subaru Forester.
Arie Christopher, Chief Executive Officer (CEO) Subaru Indonesia mengatakan jok anti pegal ini merupakan bagian dari komitmen pihaknya menghadirkan teknologi bermanfaat.
“Bagi Subaru, keselamatan dan kenyamanan adalah prioritas utama. Emergency Stop Assist dan jok anti pegal merupakan wujud komitmen kami,” ujarnya dalam siaran resmi, Selasa (9/9/2025).
Melalui penggunaan medical ergonomic seat, jok ini dikembangkan bersama institusi medis yang ada di Jepang dengan menggunakan beberapa pendekatan ilmiah.
Penggunaan jok tersebut diharapkan bisa menopang tulang punggung dan punggung bawah, mengurangi tekanan area leher dan pinggang, mengurangi pegal ketika duduk lama, dan menjaga postur tetap ideal.
Baca juga: Debut di Asia Tenggara, Subaru Forester Terbaru Dibanderol Mulai Rp695 Juta
Fitur tersebut dinilai sangat bermanfaat bagi pengemudi yang kerap melakukan perjalanan panjang karena mendukung kesehatan tulang belakang.
Selain itu, penggunaan jok anti pegal ini diharapkan dapat membuat pengemudi tetap berkonsentrasi selama berkendara di jalan raya.
Berdasarkan data World Health Organization (WHO), kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab kematian ke-8 tertinggi di dunia.
Salah satu faktor pemicunya adalah hilangnya fokus atau kesadaran pengemudi, baik akibat microsleep, tekanan darah menurun, maupun kelelahan.
Adanya fitur jok anti pegal pada Subaru ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada penggunanya yang ada di Indonesia.
“Jok anti pegal Subaru ini menjadi teknologi yang benar-benar bermanfaat bagi pengemudi dan penumpang,” sambung Arie Christopher.
Baca juga: Subaru Forester Generasi Keenam Tawarkan Kabin Senyap hingga Mesin Galak
Fitur pada jok ini dikatakan mampu memberikan pergerakan tubuh dan kepala saat berkendara di jalan tidak mulus agar berkurang hingga 44 persen.
Struktur besi yang ada di dalam jok mampu menopang tulang panggul dan tulang belakang agar mengurangi goyangan dari kepala hingga pinggang.
Hadirnya fitur tersebut diharap bisa membuat pengendara menjadi tidak pegal ketika melakukan perjalanan dengan durasi panjang saat ke luar kota.
Fitur baru yang turut diperkenalkan, yakni emergency stop assist yang menjadi bagian dari Subaru EyeSight generasi terbaru yang bekerja bersama driver monitoring system.
Sistem ini mampu memberikan peringatan suara dan visual, memperlambat laju mobil, berhenti otomatis di sisi jalan dengan aman, menyalakan hazard, hingga membuka kunci pintu otomatis ketika pengemudi tidak merespons kemudi.
Fitur ini dirancang untuk menyelamatkan nyawa pengemudi dan penumpang dengan cara mengambil alih kendali ketika kondisi darurat.
Penulis: Rizen Panji
Editor: Santo Sirait


