Tidak Ada yang CBU, Aion UT hingga Hyptec HT Sudah Diproduksi di Indonesia

Jakarta – Seluruh mobil listrik yang dipasarkan oleh GAC Indonesia di Tanah sudah diproduksi di Indonesia. Sebelumnya, beberapa model didatangkan langsung dari negara asalnya, China, dalam bentuk Completely Built Up (CBU).
Aion V menjadi model pertama yang diproduksi di Indonesia menggunakan skema Completely Knocked Down (CKD). Dapur produksinya berada di Cikampek, Jawa Barat menggunakan fasilitas perakitan kendaraan milik PT National Assemblers, anak perusahaan Indomobil Group.
Baca Juga: GAC Indonesia Tunda Peluncuran E9 PHEV demi Menanti Model Baru Keluar
Selain V, di fasilitas yang sama dirakit pula mobil terbaru keluaran GAC Indonesia, yaitu Aion UT. Kemudian ada juga Aion Y Plus dan Hyptec HT.
Dua model yang disebutkan terakhir, sebelumnya berstatus CBU.
“Jadi sekarang Aion sudah tidak ada unit CBU lagi. Semuanya sudah CKD termasuk Hyptec HT, Aion V, Aion Y Plus, semua sudah produksi CKD,” kata Andry Ciu, Chief Executive Officer (CEO) GAC Indonesia di acara Handover Ceremony Aion UT, di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta, baru-baru ini.
Sebagai informasi, pabrik perakitan mobil GAC diresmikan pada Juni 2025. Pabrik ini mengusung pengoperasian perakitan dengan mengadopsi sistem manufaktur canggih dari NEV Lighthouse Factories GAC di China, dengan 100 persen konektivitas data di seluruh proses produksi.
Selain mampu memproduksi mobil listrik murni, pabrik ini juga dapat merakit berbagai jenis kendaraan elektrifikasi lainnya, termasuk Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), dan Range-Extended Electric Vehicle (REEV).
Peluncuran Mobil Baru Tunggu Kesiapan Produksi
Saat ini, GAC Indonesia baru menawarkan empat model mobil. Namun, ke depan, perusahaan berencana untuk terus menambah pilihan model guna memenuhi kebutuhan konsumen.
Terkait kapan mobil baru akan hadir, GAC Indonesia memastikan peluncuran mobil baru akan dilakukan pada waktu yang tepat dan kesiapan produksi sudah tercapai.
“Sebenarnya unit Aion masih banyak, kami masih punya banyak kejutan, kami masih melihat timing yang tepat untuk meluncurkan produk baru, supaya konsumennya tidak menunggu terlalu lama dan kami mau menjaga level kepuasan. Jadi kami lihat dulu step by step kapan mulai bisa diproduksi, baru kami bisa melakukan kapan kami perkenalkan unit tersebut ke market,” terang Andry.
“Sampai sekarang, pabrik kami masih fokus untuk memenuhi seluruh pesanan Aion UT,” pungkasnya.
Penulis: Santo Sirait




