FUTUROLOGYNews

Hyundai Ingin Gandeng Samsung Agar Tidak ‘Gaptek’

Perhelatan motor show internasional telah lama menjadi pintu gerbang bisnis bagi para produsen mobil. Hal tersebut berlaku juga bagi Hyundai Motor Group untuk mendapatkan pengakuan secara global.

Namun, raksasa otomotif Korea Selatan tersebut justru lebih memilih pameran teknologi di Consumer Electronic Show (CES) sebagai strategi bisnis ketimbang Detroit Motor Show.

Wakil Ketua Hyundai Motor mendefinisikan pihaknya sebagai latecomer dalam teknologi autopilot dan connected mobility. 

Dirinya mengatakan bahwa Hyundai sangat ingin membentuk kemitraan teknologi dengan perusahaan terkait dan terkemuka dalam skala dunia. Niatan tersebut terendus ketika Hyundai tengah mempertimbangkan kolaborasi bersama Samsung.

“Kami mungkin tidak dapat mencapai (tujuan kami) jika kami tidak berkolaborasi dengan perusahaan teknologi di banyak wilayah, termasuk Samsung,” ujar Yang Woong-chul, Wakil Ketua Hyundai Motor.

Hyundai beranggapan bahwa mobil kini telah mengalami pelebaran fungsi. Mengembangkan mesin dan mengubah desain sudah tidak lagi sama pentingnya dengan masa lalu dalam hal revolusi industri.

Hyundai pun menambahkan bahwa konvergensi dengan teknologi informasi adalah ‘keharusan’ bagi produsen mobil dan satu-satunya cara untuk mencari inovasi dalam teknologi kendaraan.

“Jika ingin membuat sebuah terobosan dalam teknologi kendaraan, maka lebih baik kami pergi ke acara pameran elektronik, bukan motor show,” sanggah pejabat Hyundai lainnya.

Baca Juga:
VW Group Jadi Produsen Mobil Terbesar di 2017
Produksi Mobil Listrik Mercedes Pangkas C-Class

Pabrikan Mobi Lain yang Berpartisipasi di CES

Toyota juga tampak hadir di CES yang digelar di Las Vegas, AS dari 9-12 Januari. Pada kesempatan ini Toyota memperkenalkan sebuah mobil konsep e-Palette yang bertujuan menyediakan berbagai ruang dalam perjalanan, seperti kantor berjalan, pengiriman paket dan makanan serta toko atau bahkan klinik.

Ford dan aliansi trilateral Renault, Nissan dan Mitsubishi juga dikabarkan berencana akan mempresentasikan visi mobil masa depan dan teknologi connected mobility mereka.

Seperti dilansir The Korea Herald, Hyundai telah bekerja sama dengan Aurora Innovation yang dipimpin oleh Chris Urmson, mantan kepala teknologi auto-pilot Google.

Sementara itu, startup asal AS ini juga telah membentuk aliansi secara terpisah dengan Volkswagen untuk pengembangan dalam menggunakan chip terbaru Nvidia.

CES pun menjadi tempat untuk melihat seberapa jauh inovasi teknologi saat ini dan juga sebagai sarana mencari kemitraan para perusahaan besar.

“Memperluas pasar itu penting tapi kita juga harus memecahkan masalah tentang fitur keselamatan, ” kata Chung Eui-sun saat ditanya tentang kemitraan dengan pesaingnya mengenai mobil masa depan secara umum. “Tapi ini membutuhkan waktu. Tunggu saja.” tutupnya. (dna)

Tags

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker