30 Tahun Tomi Airbrush: Dari Hobi Jadi Kontribusi Nyata untuk Otomotif Indonesia

Jakarta – Tak terasa, tahun ini Tomi Airbrush menginjak usia ke-30 tahun. Sebuah perjalanan panjang yang dipenuhi dengan dedikasi, kreativitas, dan inovasi tanpa henti.
Tomy Gunawan adalah sosok di balik berdirinya bengkel Tomi Airbursh. Dirinya telah mengubah hobi menjadi kontribusi nyata yang tidak hanya memperkaya dunia otomotif Indonesia, tetapi juga memberi inspirasi bagi banyak orang di industri ini.
Baca Juga: 28 Tahun Tomi Airbrush, Berawal dari Mengecat Helm Polos
Awal Mula dari Hobi yang Menginspirasi
Segalanya dimulai dari sebuah hobi. Tomy, yang sejak muda sudah gemar mendesain dan bereksperimen dengan cat airbrush, tidak menyangka bahwa kreativitasnya itu akan membawa dirinya menjadi salah satu pelopor airbrusher di Indonesia.
Pada pertengahan 1995, ia mendirikan Tomi Airbrush dengan semangat untuk lebih dari sekadar berbisnis di dunia otomotif. Ia ingin memberikan kontribusi yang lebih besar, terutama dalam kemajuan industri otomotif tanah air.
Dengan modal keberanian dan keinginan kuat untuk berinovasi, Tomy membangun bisnisnya dari nol. Seiring berjalannya waktu, Tomi Airbrush semakin dikenal dan terus berkembang, berbarengan dengan kesuksesan karya-karya seni airbrush yang memadukan teknologi dan tema-tema kekayaan budaya Indonesia.
Mengangkat Budaya Lewat Desain Airbrush
Bagi Tomy, airbrush bukan sekadar seni, tapi juga sarana untuk menghargai dan mengangkat kekayaan budaya Indonesia. Berbagai proyek kolaborasi bertema Indonesia menjadi ciri khas desainnya. Salah satunya adalah modifikasi kendaraan Datun GO Pesatuan Indonesia (PI) yang mencerminkan simbol-simbol sakral dan berbagai budaya Indonesia. Desain ini tidak hanya indah, tetapi juga penuh makna, sebagai bentuk penghormatan terhadap tanah air.
Keinginan Tomy untuk mengenalkan budaya Indonesia melalui airbrush juga tercermin dalam berbagai karya lainnya, termasuk dukungannya terhadap proyek touring Jeffrey Polnaja. Dalam petualangan mengelilingi lima benua dengan sepeda motor BMW R 1150 GS Adventure, tahun produksi 2005 dan 2003 selama tujuh tahun, melintasi 97 negara dengan jarak 420 ribu km.
Inovasi dan Dukungan untuk Generasi Muda
Kreativitas Tomy sebagai airbrusher tidak pernah padam. Salah satu karya yang cukup terkenal adalah modifikasi helm untuk Kang JJ, seorang pria yang dikenal sebagai petualang dunia.
Helm yang didesain Tomy ini menggunakan tema Indonesia dengan warna merah putih, terinspirasi dari bendera Indonesia. Tidak hanya itu, Tomy juga menambahkan peta dunia di bagian belakang helm, menggambarkan perjalanan Kang JJ yang berkeliling dunia.
Namun, Tomy tidak hanya sibuk berkarya. Ia juga aktif membagikan ilmu dan pengalamannya kepada generasi muda. Melalui kunjungannya ke kampus-kampus ternama di Jakarta dan berbagai ajang kontes modifikasi otomotif, Tomy berharap dapat memberikan inspirasi kepada para mahasiswa dan penggemar otomotif untuk berani mengeksplorasi kreativitas mereka.
Mempersiapkan Generasi Airbrusher Baru
Tidak puas hanya dengan karya-karya yang telah dihasilkan, Tomy kini sedang mempersiapkan sesuatu yang lebih besar lagi sebuah kelas pelatihan untuk pemula di bidang pengecatan kendaraan.
Dalam kelas ini, selain mengajarkan teknik pengecatan, Tomy juga akan berbagi tips berharga, mulai dari cara bernegosiasi dengan pelanggan, merancang ide desain sesuai permintaan, hingga praktik pengecatan yang akan mengasah keterampilan peserta pelatihan.
Baca Juga: Lampu LED DRL Mitsubishi Pajero Sport Menguning? Begini Solusinya
Tomy percaya bahwa langkah ini akan melahirkan generasi baru airbrusher yang tidak hanya kreatif, tetapi juga siap menghadapi tantangan dan berkontribusi pada kemajuan dunia otomotif Indonesia.
“Saya yakin dan bertekad menelurkan bibit baru pelaku industri otomotif, lebih spesifik bisa menjadi airbrusher di Indonesia. Saya tidak takut tersaingi, tetapi saya bangga bila ada minimal satu saja peserta pelatihan dari kalangan muda yang berhasil membangun bisnis dan bisa berkarya bagi dunia otomotif Indonesia,” ungkap Tomy dalam keterangan resminya, Kamis (21/8/2025).
Dirinya pun berharap industri otomotif ke depannya semakin berwarna.
“Kalau pun mereka berhasil membangun bisnisnya di bidang pengecatan kendaraan atau airbrush, ya itu adalah sebuah bonus dari niat tulus untuk andil mengembangkan kemajuan bagi generasi bangsa,” pungkasnya.
Penulis: Santo Sirait



