Impresi 14 Jam di Bus Listrik Kalista Sumber Alam, Rasanya…

Akhir pekan lalu kami mendapat kesempatan mencicipi bus listrik Sumber Alam hasil kerja sama dengan Kalista. Dengan rute Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat menuju Yogyakarta.
Perjalanan ini masih dalam masa uji coba tahap kedua. Tujuan acara ini, diharapkan memberikan keyakinan kepada sebagian orang yang masih takut menaiki bus listrik saat bepergian jauh.
Jujur saja, range anxiety terhadap kendaraan listrik masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakat Indonesia, khususnya pengguna bus listrik.
Di sini, kami diajak untuk melakukan pembuktian untuk menaiki bus listrik Kalista yang saat ini sedang diuji coba oleh PO Sumber Alam.
Seperti apa rasanya menggunakan bus listrik untuk melakukan perjalanan jauh dari Pondok Ungu ke Yogyakarta? Berikut impresi kami.
Impresi Naik Bus Listrik Kalista Sumber Alam
Melakukan perjalanan dari Pondok Ungu, tepatnya dari pool Sumber Alam tepat pada pukul 10.00 WIB pagi. Rombongan bergerak ke titik perhentian pertama di rest area Cikamurang, Jawa Barat.
Rest Area Cikamurang ini juga sekaligus menjadi tempat pengisian daya baterai bus listrik Kalista dan Sumber Alam yang kami gunakan pada Kamis (14/8/2025) lalu.
Berangkat dari pool Sumber Alam, posisi baterai berada di 95 persen dan ketika tiba di Cikamurang terpantau posisi baterai berada di 60 persen.
Unit yang kami pakai adalah Higer Coach 12 M, bus ini diimpor utuh dari China dan menggendong baterai berkapasitas 303 kWh dengan tenaga 245 kW, torsi 3.239 Nm, dan daya jelajah 350 km.
Kapasitas penumpangnya 41 orang dengan konfigurasi tempat duduk 2 seat di sisi kanan dan 2 seat di sisi bagian kiri.
Baca juga: Kalista Dapat Suntikan Dana untuk Penguatan Operasional 60 Unit Bus Listrik
Fiturnya pun bisa dibilang seadanya, seperti hanya tersedia soket pengisian daya gadget dengan tipe lubang Type-C dan juga Type-A yang hanya ada di salah satu bagian bangku saja.
Artinya, untuk melakukan pengisian daya penumpang harus memilih, mau menggunakan soket Type-A atau Type-C di tengah perjalanan ini.
Rute Perjalanan
Dalam perjalanan yang kami tempuh dikatakan jika bus yang kami gunakan tidak melewati tol Trans Jawa, melainkan keluar di Pejagan melewati kawasan Prupuk hingga berhenti di rumah makan Sumber Alam di Ajibarang.
Usai berhenti di Ajibarang, bus melanjutkan perjalanan melewati Kutoarjo, markas pusat Sumber Alam, lalu menuju Kebumen, Purworejo, dan menghentikan perjalanan di kota Yogyakarta.
Oh iya, konsumen yang ingin mencoba bus listrik ini dapat mengeluarkan kocek di Rp170 ribu per orang untuk perjalanan dari Pondok Ungu menuju Yogyakarta.
Secara harga, bus listrik ini memiliki tiket yang lebih murah dibandingkan bus konvensional milik Sumber Alam yang menggunakan mesin diesel, ya.
Impresi Naik Bus Listrik Kalista Sumber Alam
Ketika berangkat dari pool menuju Cikamurang, kami merasa jika bus listrik ini memiliki kelegaan kabin yang cukup baik.
Ruang kakinya sangat lega, ditambah kaki masih mendapatkan sandaran yang modelnya pengunci. Walaupun tidak terlalu berguna, setidaknya penumpang masih bisa memijakkan kaki.
Yang cukup kami suka dari bus ini adalah AC yang sangat dingin. Jika bus konvensional butuh waktu agak lama agar AC bisa dingin, maka bus listrik ini tak butuh waktu lama.
Hanya saja letak lubang AC menurut kami bisa membuat penumpang menjadi masuk angin lantaran berada tepat di atas kepala dengan hembusan yang sangat kencang.
Bantingan suspensi dari bus ini menurut kami juga terasa sedikit lebih keras dibandingkan bus konvensional pada umumnya.
Baca juga: Dorong Transisi Elektrifikasi, Kalista akan Tempuh Jakarta-Yogyakarta dengan Bus Listrik
Namun yang menjadi pembeda utamanya adalah kemampuan akselerasinya dan juga kesenyapan kabin yang jauh lebih baik.
Sebagai kendaraan listrik, bus ini tak butuh ancang-ancang ketika hendak menyalip kendaraan di depan ketika di trek lurus maupun tanjakan. Ia bisa dengan mudah melewati truk yang ada di depannya.
Waktu Pengisian Daya Pertama
Perjalanan dimulai dari pool Sumber Alam yang berlokasi di Pondok Ungu, Bekasi. Saat bus berangkat pukul 10.00 pagi, indikator baterai masih menunjukkan angka 95 persen.
Rute pertama membawa kami menuju Rumah Makan Taman Selera di kawasan Cikamurang, Indramayu, Jawa Barat.
Jaraknya mencapai 139 km dari Pondok Ungu dan bus ini berhasil melahapnya dengan konsumsi baterai selama perjalanan di angka 35 persen.
Setibanya di Cikamurang, pengisian daya pertama langsung dilakukan. Sambil menunggu proses pengisian baterai, kami manfaatkan waktu untuk santap siang.
Dari kondisi 60 persen hingga terisi kembali ke 92 persen, proses pengisian memakai gun charger CCS 2 ini memakan waktu sekitar 58 menit.
Waktu Pengisian Daya Kedua
Usai rehat di pemberhentian pertama, perjalanan kembali berlanjut menuju Rumah Makan Sumber Alam yang berada di kawasan Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah.
Dari Cikamurang, jarak yang harus ditempuh mencapai 193 km. Angka yang cukup menantang untuk menguji konsistensi daya baterai bus listrik ini.
Setibanya di Ajibarang, indikator baterai tersisa di angka 38 persen—masih dalam kondisi aman untuk ukuran perjalanan antarkota dengan beban penuh.
Di titik ini, pengisian daya kembali dilakukan. Bedanya, kali ini pihak operator menggunakan metode dual charging CCS 2, bukan lagi single charging seperti sebelumnya.
Artinya, dua port pengisian dipakai sekaligus agar prosesnya lebih cepat. Hasilnya, dari 38 persen menuju 85 persen hanya membutuhkan waktu sekitar 55 menit.
Baca juga: Capai Target, Transaksi PEVS 2025 Diklaim Tembus Rp900 Miliar
Sambil menunggu, kami pun menyempatkan diri untuk menikmati santap malam, mengisi energi sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya.
Setelah kondisi baterai cukup terisi, perjalanan kembali digulirkan. Kali ini bus diarahkan menuju Yogyakarta melalui jalur Selatan.
Jalurnya memang dikenal padat dengan tanjakan dan turunan, sehingga jadi ujian tersendiri untuk performa bus listrik yang dipakai dalam perjalanan ini.
Setibanya di Kota Gudeg, tepatnya di Fave Hotel Kusumanegara, indikator baterai masih menyisakan 41 persen. Dari Ajibarang ke Yogyakarta, jarak yang ditempuh mencapai 198 km, angka yang menegaskan kemampuan daya jelajah bus ini.
Ada hal menarik lain yang terasa sepanjang perjalanan. Kecepatan bus sengaja dibatasi maksimal 90 km/jam.
Aturan ini diterapkan bukan tanpa alasan, demi menjaga efisiensi energi sekaligus keamanan penumpang di jalan raya.
Jadi, wajar jika waktu tempuhnya terasa lebih panjang dibandingkan bus konvensional yang berbahan bakar solar.
Estimasi Waktu Tempuh Bus Listrik Kalista Sumber Alam
Menurut kami waktu tempuh perjalanan yang kami lakukan terbilang cukup lama, mencapai 14 jam sejak berangkat pukul 10.00 WIB dan tiba di Yogyakarta pada 00.30 WIB keesokan harinya.
Bagi Anda yang hendak melakukan perjalanan dengan buru-buru, kami sangat tidak menyarankan untuk menggunakan bus ini.
Hal ini dikarenakan waktu tempuhnya lebih lama dibandingkan bus konvensional yang rata-rata menghabiskan 12 jam perjalanan sekali jalan.
Tapi, setidaknya Anda bisa merasakan sensasi menumpangi bus listrik dari Pondok Ungu ke Yogyakarta ataupun sebaliknya.
Perlu diingat juga, bus ini tidak memiliki toilet, ya. Untuk penumpang yang sering ingin pipis tentu akan merasa kesulitan karena bus ini jarang berhenti demi menghemat waktu.
Baca juga: Variasi Sumber Tenaga Suzuki Fronx, Ada Pilihan Mesin Turbo
Kenapa bus ini tidak lewat tol Trans Jawa saja ketimbang harus melewati rute Selatan yang waktu tempuhnya lebih lama?
Jawabannya karena pengisian baterai untuk bus listrik ini baru ada di dua titik, yakni tempat makan Cikamurang dan juga tempat makan Sumber Alam di Ajibarang.
Dua lokasi tersebut memiliki tempat pengisian baterai berdaya 200 kWh dan bus ini bisa menggunakan dua port untuk melakukan pengisian daya sekaligus.
Kesimpulan
Jujur saja, perjalanan yang kami lakukan selama lebih dari 14 jam ini cukup membuat pinggang dan juga punggung kami terasa sangat lelah.
Bangku penumpang dari bus listrik Kalista dan Sumber Alam ini benar-benar keras dan kurang nyaman diduduki berlama-lama.
Walaupun sisi positifnya, bus ini memiliki AC yang sangat dingin sehingga memberikan kenyamanan kabin yang cukup oke.
Pengisian daya yang diberikan juga memiliki tegangan yang cukup besar, sehingga cukup cepat untuk mengisi daya gadget selama perjalanan.
Untuk Anda yang ingin mencoba bus listrik ini, kami sarankan untuk membawa jaket, makanan ringan selama perjalanan, dan jangan sering-sering minum karena bisa berpotensi kebelet pipis.
Tertarik mencoba menaiki bus listrik untuk perjalanan jarak jauh? Ternyata tidak menakutkan, lho.
Penulis: Rizen Panji
Editor: Tutus Subronto










