Jetour Fokus pada Mobil ICE dan PHEV di 2026, BEV Masih dalam Riset

Jakarta – PT Jetour Sales Indonesia (JSI) telah menyiapkan strategi untuk 2026, dengan fokus pada perkenalan dan pemasaran mobil bermesin pembakaran dalam (Internal Combustion Engine/ICE) dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Sementara itu, model mobil listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV) masih menunggu waktu yang tepat untuk diluncurkan.
Jetour Indonesia sebagaimana diketahui hingga jelang tutup 2025 sudah meniagakan tiga model mobil. Dua model perdananya untuk pasar Indonesia, yakni Jetour Dashing dan Jetour X70 Plus, sudah dipasarkan sejak November 2024. Satu model lagi, Jetour T2 baru saja meluncur pada November 2025.
Baca Juga: Antusiasme Tinggi, Jetour Tambah Kuota T2 dengan Harga Spesial
Tak berhenti sampai di situ, Jetour Indonesia telah menyiapkan strategi khusus dalam menghadapi tahun yang baru. Salah satunya adalah mendatangkan model mobil terbaru yang akan semakin memperkaya pilihan bagi konsumen Indonesia.
Model mobilnya sudah dibocorkan, yaitu Jetour T2 versi elektrifikasi. Model tersebut hadir menemani T2 versi ICE.
“Untuk tahun depan kami siapkan T2 yang akan hadir dengan model PHEV,” ungkap Moch Ranggy Radiansyah, Marketing Director JSI baru-baru ini di Jakarta.
Sebelumnya di sela-sela ajang Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 di Tangerang bulan lalu, pihaknya telah mengungkapkan peluncuran T2 PHEV akan dilakukan pada semester 2 tahun depan. Estimasi harganya pun sudah diberitahu, berada di angka Rp838 juta.
Lebih lanjut, selain T2 PHEV, Jetour Indonesia juga telah menyiapkan produk baru lainnya yang masih mengusung mesin pembakaran dalam.
“Yang pasti kami hadir dengan mobil ICE dan juga PHEV di tahun depan,” tutur Ranggy.
Infrastruktur EV Belum Merata
Meskipun saat ini masih fokus pada mobil dengan mesin sebagai sumber tenaga utama, Jetour Indonesia tidak menutup kemungkinan untuk membawa mobil listrik murni ke Tanah Air.
Menurut Ranggy, Jetour secara global sudah memiliki model BEV, namun untuk menghadirkannya di Indonesia, perlu ada diskusi lebih mendalam. Hal ini dikarenakan infrastruktur pendukung mobil listrik di Indonesia masih terbatas.
Baca Juga: Lebih Dekat dengan Jetour T2: Kabin Lega dan Performa Tangguh
“ICE ini kami lihat di Indonesia masih banyak benefit, terutama dari sisi aksesibilitas terhadap bahan bakar, juga infrastruktur EV belum merata. Jadi kami memang memperkenalkan dengan model ICE terlebih dahulu,” terang dia.
Khusus untuk model BEV, lanjut Ranggy, saat ini masih dalam tahap riset dan studi untuk memahami permintaan serta kebutuhan konsumen di Indonesia.
“Bila waktunya tepat, kami akan memperkenalkan model BEV di momen selanjutnya,” tutup dia.
Penulis: Santo Sirait



