Suzuki Buka Suara tentang Rangka Mobil “Misterius” di IIMS 2025

Jakarta — Suzuki memamerkan sebuah sasis atau rangka Heartect di booth-nya di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025.
Sayangnya, belum ada konfirmasi resmi rangka jenis monokok itu milik mobil apa ataupun masa depannya di pasar Indonesia.
Anggapan yang beredar menyebutkan rangka tersebut memiliki kemiripan dengan Suzuki Fronx. Sebuah model kendaraan yang belum dijual di Indonesia.
“Prinsipnya saya belum bisa open untuk mobil apa ini nanti,” ujar Hoshino Masaharu, Vice President PT Suzuki Indomobil Motor, Jumat (21/2/2025) di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Baca juga: Hadirkan Safety Support Zone, Suzuki Ajak Pengunjung Tingkatkan Keselamatan
Meski demikian, ia menjelaskan banyak hal tentang rangka tersebut. Seperti halnya filosofi desainnya yang disebut Sho Sho Kei Tan Bi.
Dengan filosofi tersebut, Suzuki berupaya memproduksi rangka mobil yang lebih kecil, lebih sedikit, lebih ringan, dan lebih singkat.
Upaya Kejar Netralitas Karbon
Suzuki beranggapan bahwa upaya mengejar netralitas karbon juga bisa dilakukan melalui desain rangka kendaraan.
Utamanya rangka yang ringan, tapi tetap memerhatikan aspek keselamatan.
Hal ini merupakan salah satu bentuk penerjemahan dari konsep multi pathway yang dipegang Suzuki.
“Jika kita bicara karbon netral jawabannya tidak semata-mata EV (Electric Vehicle). Bukan merendahkan EV, Suzuki sendiri menganut konsep multi pathway,” kata Hoshino Masaharu.
“Jadi prinsipnya jika bicara karbon netral, tidak hanya ketika mobil digunakan, tapi ketika mobil itu diproduksi juga harus dipikirkan, jadi karbon bisa ditekan,” sambungnya.
Suzuki mengklaim, mobil-mobil buatannya rata-rata lebih ringan sekitar 200 kg dibandingkan produk kompetitor yang sekelas berkat rangka Heartect.
Hal ini berujung pada penghematan daya sekitar 20 persen pada tahap produksi dan 6 persen dalam penggunaannya.
Rangka Heartect itu sendiri sudah digunakan oleh Suzuki sejak 2013. Bisa ditemui pada mayoritas mobil penumpang Suzuki, kecuali Jimny yang menggunakan ladder frame.
Suzuki tidak merinci langkah yang dilakukan untuk membuat rangka jadi ringan. Hal ini pun bukan berarti rancangannya mengesampingkan keselamatan atau keawetannya.
“Prinsipnya untuk semua mobil yang diproduksi Suzuki sudah dites oleh pihak ketiga, NCAP. Bukan berarti mobil yang kompak tidak aman. Dengan lebih ketatnya aturan, mobil-mobil Suzuki masih lulus dari tes-tes itu,” kata Hoshino Masaharu.
Baca juga: Punya Mobil Hybrid Suzuki, Beli Aki di IIMS 2025 Bisa Dapat Diskon
Penulis: Mada Prastya
Editor: Santo Sirait