BeritaNewsPabrik Toyota IndonesiaPT Toyota Motor Manufacturing IndonesiaRepost #carmuditoyota

Ada Lima Pabrik Toyota di Indonesia, Ini Beda Satu dengan Lainnya

Karawang – Toyota bukan cuma aktif jualan mobil di Indonesia, tapi juga serius membangun basis produksi melalui sejumlah pabrik miliknya.

Saat ini, Toyota memiliki lima pabrik yang tersebar di Sunter, Jakarta dan Karawang, Jawa Barat.

Menariknya, tiap pabrik punya fokus kerja yang berbeda, mulai dari pembuatan mesin sampai merakit mobil utuh.

Pabrik Toyota Indonesia

(Foto: Toyota)

Baca juga: Tunjukkan Komitmen, TMMIN Gelar Logistic Skill Contest 2025

Dua Pabrik di Sunter

Sunter jadi salah satu area paling penting buat Toyota. Ada dua pabrik yang berdiri di sini.

  • Sunter Plant 1 khusus menggarap TR Engine, mesin bensin dan etanol, dengan kapasitas sampai 195.000 unit per tahun.
  • Sunter Plant 2 lebih fokus bikin komponen, seperti press part sebanyak 96.000 unit per tahun dan casting part hingga 24.000 ton. Komponen ini nantinya dipakai di lini perakitan mobil Toyota di Indonesia.

Tiga Pabrik di Karawang

Kalau bicara soal mobil utuh, pusatnya ada di Karawang, seperti yang Carmudi saksikan proses produksinya, Rabu (24/9/2025).

Di sini ada tiga pabrik yang masing-masing punya spesialisasi.

  • Karawang Plant 1 berkapasitas 144.000 unit per tahun. Pabrik ini merakit model populer seperti Kijang Innova, Fortuner, hingga Innova Zenix baik versi mesin bensin biasa maupun hybrid.
  • Karawang Plant 2 berkapasitas 138.000 unit per tahun dan merakit Yaris Hatchback, Veloz, serta Yaris Cross versi ICE maupun hybrid.
  • Karawang Plant 3 lebih ke produksi mesin. Pabrik ini fokus bikin R-NR Engine (bensin dan etanol) dengan kapasitas mencapai 228.000 unit per tahun.

Ketiga pabrik di Karawang ini bikin Indonesia jadi salah satu basis produksi penting Toyota di level global.

Sejarah Panjang Toyota di Tanah Air

Pabrik Toyota Indonesia

(Foto: Toyota)

Toyota sudah lama hadir di Indonesia. Awalnya, perusahaan ini berdiri lewat beberapa entitas terpisah, seperti Toyota-Astra Motor (1971), Multi-Astra (1973), Toyota Mobilindo (1976), dan Toyota Engine Indonesia (1982).

Semua entitas itu kemudian dilebur jadi Toyota-Astra Motor pada 1989.

Lalu di 2003, dilakukan restrukturisasi besar menjadi Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) bertugas mengurus produksi dan ekspor, sementara TAM fokus ke distribusi dan penjualan mobil di dalam negeri.

Dengan lima pabrik aktif dan kapasitas produksi yang besar, Toyota menunjukkan keseriusannya menanamkan investasi di Indonesia.

Tak hanya untuk pasar domestik, tapi juga buat kebutuhan ekspor ke banyak negara. Keberadaan pabrik-pabrik ini juga berarti ribuan tenaga kerja terserap, sekaligus memperkuat peran Indonesia di kancah otomotif dunia.

Baca juga: Toyota Gazoo Racing Produksi Komponen Mesin 4A-GE untuk AE86

Penulis: Mada Prastya
Editor: Santo Sirait

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker