Catatan Arus Mudik Lebaran 2025: Lancar dan Angka Kecelakaan Turun

Arus mudik Lebaran 2025 berjalan lancar berkat sejumlah kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah dan stakeholder terkait. Angka kasus kecelakaan pada arus mudik Lebaran 2025 pun diklaim mengalami penurunan.
Arus mudik lebaran menjadi fenomena yang terjadi setiap tahun dan merupakan ciri khas dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri di Indonesia.
Setiap tahun pemerintah bersama stakeholder terkait selalu melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap arus pergerakan pemudik baik yang melalui jalur darat, udara dan laut.
Baca Juga: Jadwal Penerapan Contraflow dan One Way di Tol Saat Arus Balik Lebaran 2025
Tak heran jika setiap tahun penanganan arus mudik Lebaran selalu mengalami perbaikan. Seperti di musim mudik Lebaran tahun ini tidak sedikit yang menilai berjalan lancar, dan dalam kendali yang baik.
Djoko Setijowarno, Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat menyatakan bahwa kelancaran arus mudik Lebaran tahun ini tak lepas dari kebijakan yang dikeluarkan oleh pihak kepolisian dalam upaya mengurai kemacetan, seperti menerapkan rekayasa lalu lintas, one way, contraflow, dan ganjil genap.
Selain itu, Djoko menilai kebijakan Work From Anywhere (WFA) dari pemerintah secara tidak langsung turut memengaruhi untuk orang bepergian.
“Pada arus mudik kali ini kelancaran itu tidak hanya terjadi di jalan tol maupun arteri, meskipun ada keterlambatan, namun juga ada kelancaran. Di saat penyebrangan dari Merak menuju Bakauheni hampir setiap tahun terjadi kemacetan, kepadatan di ruas jalan tol, namun di tahun ini sudah jauh lebih lancar,” ungkap Djoko saat diwawancarai CNN Indonesia TV, Selasa (1/4/2025).
“Ini dapat dikatakan satu prestasi juga. Di mana memang harus diakui mudik tahun ini juga pemudiknya mengalami penurunan. Terlepas dari itu kalau kita lihat angka kecelakaannya juga menurun. Apa pun bentuknya saya kira keselamatan menjadi utama,” sambungnya.
Sementara itu, dalam kesempatan berbeda Habiburokhman, Ketua Komisi III DPR RI memuji kelancaran arus mudik tahun ini.
“Hari ini kita menjadi saksi sejarah ya, pengaturan mudik terlancar setidaknya sejak tahun 2000. Jadi saya ini perantau dari Lampung, jadi sejak tahun 2000 sampai sekarang ya tiap mudik ini salah satu yang terlancar ya tahun ini ya,” kata Habiburokhman, dikutip dari situs web Korlantas Polri.
Volume Lalu Lintas Arus Mudik Lebaran 2025 Meningkat
PT Jasa Marga mencatat sebanyak 1.963.152 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek pada H-10 sampai dengan H1 libur Idul Fitri 1446H/Lebaran 2025 yang jatuh pada periode Jumat-Selasa (21-31 Maret).
Angka tersebut merupakan kumulatif arus lalu lintas dari empat Gerbang Tol (GT) Utama, yaitu GT Cikampek Utama (menuju arah Trans Jawa), GT Kalihurip Utama (menuju arah Bandung), GT Cikupa (menuju arah Merak), dan GT Ciawi (menuju arah Puncak).
Total volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek naik 25,5 persen jika dibandingkan dengan lalu lintas normal sebanyak 1.563.702 kendaraan dan naik 0,5 persen dari lalu lintas Lebaran 2024 pada periode yang sama sebanyak 1.953.891 kendaraan.
Baca Juga: Kelelahan Mengemudi Saat Perjalanan Mudik, Bahaya dan Solusi yang Dianjurkan
Untuk distribusi lalu lintas meninggalkan Jabotabek menuju ketiga arah, yaitu mayoritas sebanyak 1.095.489 kendaraan (55,8 persen) menuju arah Timur (Trans Jawa dan Bandung), 491.987 kendaraan (25,1 persen) menuju arah Barat (Merak), dan 375.676 kendaraan (19,1 persen) menuju arah Selatan (Puncak).
Jumlah Kendaraan yang Menyeberang Turun
Di sektor transportasi laut, PT ASDP Indonesia Ferry mencatat terjadi peningkatan volume penumpang saat arus mudik Lebaran 2025. Sebaliknya, terjadi penurunan jumlah kendaraan yang menyeberang jika dibandingkan dengan tahun lalu.
Berdasarkan data kumulatif yang dihimpun oleh ASDP dari H-10 hingga H1 Lebaran, total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatra di tiga pelabuhan (Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara) mengalami kenaikan tiga persen. Pada 2025 tercatat berjumlah 885.828 orang, sedangkan 2024 sebesar 859.521 orang.
Sementara total kendaraan baik itu roda dua, roda empat, serta truk yang telah menyeberang berjumlah 225.400 unit. Angka ini turun 0,1 persen dari 2024 yang berjumlah 225.637 unit.
Secara umum, proses penyeberangan penumpang dan kendaraan pada arus mudik Lebaran tahun ini berjalan lancar, aman, nyaman, dan terkendali. Namun, ASDP bersama seluruh stakeholder akan terus melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas layanan, khususnya agar pelayanan arus balik penyeberangan dapat terlayani dengan baik.
“Kami bersyukur dan mengapresiasi penuh seluruh stakeholder dalam perjalanan operasional Angkutan Lebaran ini, dengan segala dinamika yang terjadi. Kendati terjadi antrean seiring peningkatan volume penumpang dan kendaraan di puncak arus mudik, namun masyarakat dapat terlayani, bisa menyeberang dengan selamat, bertemu dengan keluarga merayakan Idul Fitri,” kata Heru Widodo, Direktur Utama ASDP.
Terjadi Penurunan Angka Kecelakaan
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengumumkan terjadi penurunan angka kecelakaan lalu lintas dan jumlah korban meninggal selama arus mudik Lebaran 2025.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Inspektur Jenderal Polisi Agus Suryonugroho menyebutkan sejak Operasi Ketupat 2025 dimulai pada 23 Maret hingga 2 April tercatat ada 1.477 kasus kecelakaan. Angka tersebut turun sekitar 31,37 persen dari 2.152 kasus kecelakaan yang terjadi pada 2024.
Selain itu, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan selama mudik juga berkurang drastis. Tahun lalu berjumlah 324 korban, sedangkan tahun ini hanya 223 korban atau turun 32 persen.
Baca Juga: Tips Penting Perawatan Mobil Pribadi Setelah Dipakai Mudik Lebaran
Apresiasi dari Menhub
Penurunan angka kecelakaan selama arus mudik tahun ini mendapat apresiasi dari Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi. Dirinya mengatakan hal ini merupakan hasil sinergi yang baik dan kuat antara berbagai pihak terkait, terutama Kepolisian (Korlantas), pemerintah daerah, lintas-kementerian, dan berbagai pemangku kepentingan yang terlibat.
“Alhamdulillah, kami mencatat penurunan signifikan dalam jumlah kecelakaan dan korban meninggal dunia selama periode arus mudik tahun ini. Ini hasil kerja keras bersama antara Kementerian Perhubungan, Kepolisian Republik Indonesia, pemerintah daerah, serta seluruh pihak terkait,” kata Menhub Dudy dalam keterangan resminya.
Menurut Menhub Dudy, kesadaran masyarakat yang tinggi dalam penggunaan sabuk pengaman dan helm, mematuhi aturan lalu lintas, memilih hari mudik yang fleksibel, mengecek kendaraan, hingga memanfaatkan transportasi umum turut berperan besar dalam tercapainya hasil ini.
Baca Juga: Kupas Kepraktisan Bagasi Citroen e-C3 untuk Bawa Barang Bawaan Mudik
Dirinya pun mengajak masyarakat untuk terus menjaga keselamatan dalam berlalu lintas, tidak hanya selama periode arus mudik dan balik Lebaran, tetapi juga di setiap perjalanan sehari-hari.
“Keamanan dan keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Mari kita terus jaga keselamatan kita dan orang lain di jalan raya dengan selalu mematuhi aturan dan menjaga kewaspadaan. Mari kita saling respek,” kata Menhub.
Menhub Dudy berharap hasil positif yang dicapai pada arus mudik Lebaran 2025 ini bisa menjadi motivasi untuk terus memperbaiki sistem transportasi dan keselamatan lalu lintas di masa yang akan datang.
FAQ
- Apakah arus mudik Lebaran 2025 berjalan lancar?
Di musim mudik Lebaran tahun ini tidak sedikit yang menilai berjalan lancar, dan dalam kendali yang baik.
Djoko Setijowarno, Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat menyatakan bahwa kelancaran arus mudik Lebaran tahun ini tak lepas dari kebijakan yang dikeluarkan oleh pihak kepolisian dalam upaya mengurai kemacetan.
- Berapa jumlah kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Sumatra selama Lebaran 2025?
Berdasarkan data kumulatif yang dihimpun oleh ASDP dari H-10 hingga H1 Lebaran total kendaraan baik itu roda dua, roda empat, serta truk yang telah menyeberang berjumlah 225.400 unit. Angka ini turun 0,1 persen dari 2024 yang berjumlah 225.637 unit.
- Apakah jumlah kasus kecelakaan pada musim mudik tahun ini meningkat?
Polri mengumumkan terjadi penurunan angka kecelakaan lalu lintas dan jumlah korban meninggal selama arus mudik Lebaran 2025.
Sejak Operasi Ketupat 2025 dimulai pada 23 Maret hingga 2 April tercatat ada 1.477 kasus kecelakaan. Angka tersebut turun sekitar 31,37 persen dari 2.152 kasus kecelakaan yang terjadi pada 2024.
Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan selama mudik juga berkurang drastis. Tahun lalu berjumlah 324 korban, sedangkan tahun ini hanya 223 korban atau turun 32 persen.
Penulis: Santo Sirait