Jangan Beli Sebelum Baca! Mobil 2024 yang Harga Bekasnya Bikin Senyum & Menangis

Tahukah Carmudian, depresiasi mobil 2024 bisa membuat pemilik tersenyum lebar atau justru menangis? Semua tergantung pilihan model dan tren pasar mobil bekas di Indonesia.
Bagi sebagian orang, mobil hanyalah alat transportasi. Bagi sebagian lainnya, ia adalah bentuk investasi meski sifatnya konsumtif yang tetap harus dijaga nilainya. Dan di dunia otomotif, salah satu hal yang paling mempengaruhi nilai mobil adalah depresiasi.
Depresiasi adalah penurunan harga mobil dari saat pertama kali dibeli hingga dijual kembali. Besarnya bisa bervariasi ada yang hanya turun belasan persen, ada pula yang hilang setengah nilainya hanya dalam hitungan bulan.
Artikel Carmudi ini tidak dibuat berdasarkan perkiraan semata. Angka yang Anda baca di sini berasal dari riset langsung di berbagai situs jual beli mobil dan platform mobil bekas di Indonesia, mulai dari dealer resmi, showroom independen, hingga marketplace otomotif.
Data membandingkan harga resmi mobil baru tahun 2024 dengan harga pasaran bekas di tahun yang sama, sehingga memberikan gambaran paling realistis soal seberapa cepat nilai sebuah mobil berubah setelah keluar dari dealer.
Dan hasilnya cukup menarik, ada mobil yang nilainya begitu tangguh di pasar bekas, dan ada pula yang harus menerima kenyataan pahit, jatuh lebih dari separuh nilainya hanya dalam setahun.
5 Mobil 2024 dengan Depresiasi Tertinggi
1. Wuling Air EV Long Range 2024 — Depresiasi 60%

Wuling Air EV Long Range 2024 adalah mobil listrik mungil yang cukup sering terlihat di perkotaan. Bentuknya ringkas, hemat energi, dan cocok untuk mobilitas jarak pendek. Namun, pasar mobil listrik bekas di Indonesia masih sangat terbatas, dan kekhawatiran soal umur baterai, ketidakmampuan melakukan fast charging serta biaya penggantian baterainya membuat harga bekasnya anjlok.
Dari harga baru Rp320 juta, Wuling Air EV bekas hanya bernilai Rp130 juta di tahun yang sama – turun hampir Rp190 juta. Ini adalah depresiasi terbesar di daftar ini.
Bagi pembeli yang memang mencari EV murah untuk penggunaan dalam kota, unit bekasnya bisa jadi value buy. Tapi bagi pemilik awal, kerugian nilai jual kembali sangat signifikan.
2. Mercedes-Benz EQS 450 2024 — Depresiasi 52%

Mercedes-Benz EQS 450 2024 adalah sedan listrik ultra-mewah dengan teknologi terkini dan kenyamanan kelas dunia. Namun, harga barunya yang mencapai Rp3,3 miliar membuat pasar bekasnya sangat sempit.
Dalam setahun, nilainya jatuh ke Rp1,6 miliar—turun Rp1,7 miliar. Penurunan ini mencerminkan tantangan besar mobil listrik mewah di Indonesia: pasar sangat terbatas, pembeli menginginkan teknologi terbaru, dan harga baterai masih menjadi pertimbangan serius.
Mobil ini tetap menarik bagi kalangan tertentu, tapi dalam pandangan ekonomi, depresiasi nya sangat curam.
3. Hyundai Ioniq 5 Signature Long Range 2024 — Depresiasi 43%
Hyundai Ioniq 5 Signature Long Range 2024 adalah salah satu EV terpopuler di Indonesia, berkat desain retro-futuristik dan teknologi modern. Namun, persaingan ketat di segmen EV, insentif harga untuk unit baru, dan perkembangan teknologi baterai membuat harga bekasnya cepat terkoreksi.
Dari harga Rp895 juta saat baru, Ioniq 5 bekas kini dihargai Rp510 juta. Penurunan Rp385 juta ini menunjukkan bahwa meskipun dia yang paling populer, EV belum bisa menandingi stabilitas harga mobil bensin atau hybrid di pasar bekas.
4. BYD Atto 3 Superior 2024 — Depresiasi 40%

BYD Atto 3 Superior 2024 adalah SUV listrik dengan desain modern, unik dan fitur melimpah. Meski di pasar global BYD memiliki reputasi kuat, di Indonesia merek ini masih membangun kepercayaan konsumen.
Harga barunya Rp520 juta, dan dalam setahun turun menjadi Rp310 juta—penurunan Rp210 juta. Selain faktor merek baru, pasar SUV listrik bekas di Indonesia juga belum terbentuk sepenuhnya.
5. BYD Seal Performance 2024 — Depresiasi 35%
BYD Seal Performance 2024 adalah sedan listrik performa tinggi yang menggabungkan akselerasi cepat dengan teknologi mutakhir. Penurunan nilainya memang lebih moderat dibanding EV lain di daftar ini, tapi tetap signifikan untuk pembeli awal.
Dari harga Rp750 juta, mobil ini di pasar bekas dihargai Rp490 juta. Turun Rp260 juta dalam setahun, nilainya masih terlalu fluktuatif untuk dianggap aman secara finansial.
5 Mobil 2024 Paling Tahan Depresiasi
1. Toyota Innova Reborn G Diesel AT 2024 — Depresiasi 12%

Innova Reborn Diesel 2024 adalah definisi MPV keluarga tangguh di Indonesia. Meskipun Toyota telah merilis Innova Zenix dengan teknologi hybrid, banyak konsumen yang tetap mencari Reborn karena mesin diesel GD seriesnya yang terkenal awet, torsi besar, dan daya tahannya di berbagai kondisi jalan.
Bahkan di daerah dengan medan berat atau penggunaan jarak jauh, Reborn Diesel tetap jadi pilihan utama. Ini membuat permintaan di pasar bekas tetap tinggi, sehingga harganya stabil.
Pada awal 2024, unit baru Innova Reborn G Diesel AT dibanderol sekitar Rp420 juta. Setahun berselang, harga pasaran bekasnya masih berkisar Rp370 juta. Penurunan hanya Rp50 juta ini membuatnya memimpin daftar mobil dengan depresiasi terendah tahun ini.
Faktor lain yang menjaga nilainya adalah reputasi Toyota di pasar Indonesia: jaringan servis luas, ketersediaan suku cadang melimpah, dan likuiditas tinggi saat dijual kembali.
2. Suzuki XL7 Beta Hybrid AT 2024 — Depresiasi 13%
(Foto: Suzuki)
Suzuki XL7 Beta Hybrid 2024 memadukan desain SUV ringan dengan fungsi MPV keluarga. Diperkuat teknologi mild hybrid, mobil ini menawarkan konsumsi bahan bakar yang lebih irit tanpa mengorbankan performa.
Dari sisi pasar, XL7 berada di segmen yang diminati pembeli keluarga muda yang ingin tampil berbeda dari Avanza, Xenia atau Xpander, tetapi tetap mencari harga terjangkau dan biaya perawatan rendah.
Harga barunya di awal 2024 berada di kisaran Rp297 juta, dan di pasar bekas, unit dengan kondisi baik masih bisa dihargai Rp258 juta. Penurunan Rp39 juta atau 13% ini tergolong ringan, apalagi di segmen LSUV / LMPV yang persaingannya cukup sengit.
Suzuki juga berhasil menjaga brand image XL7 sebagai mobil tangguh tanpa banyak keluhan teknis, sehingga permintaan unit bekasnya tetap stabil.
3. Mitsubishi Xpander Ultimate CVT 2024 — Depresiasi 14%

Mitsubishi Xpander Ultimate CVT 2024 adalah bukti bahwa desain menarik dan kenyamanan berkendara dapat menjaga harga jual. Dikenal dengan suspensi empuk khas Mitsubishi dan desain Dynamic Shield yang modern, Xpander berhasil membangun basis penggemar yang kuat di perkotaan.
Varian Ultimate CVT, yang merupakan trim tertinggi, dilengkapi fitur lebih lengkap dan transmisi CVT yang halus. Mobil ini dirilis dengan harga Rp322 juta di awal 2024, dan dalam waktu setahun nilainya di pasar bekas masih bertahan di Rp275 juta.
Turun Rp47 juta atau 14%, Xpander membuktikan diri sebagai salah satu pesaing serius Toyota di pasar MPV keluarga. Permintaan tinggi dari pembeli ritel dan dealer mobil bekas menjaga pergerakan harga tetap stabil.
4. Toyota Innova Zenix Q HEV Modellista 2024 — Depresiasi 16%

Innova Zenix Q HEV Modellista 2024 hadir sebagai MPV premium dengan teknologi hybrid dan paket aksesoris eksklusif Modellista yang membuat tampilannya lebih mewah. Kombinasi mesin bensin dan motor listrik membuatnya hemat bahan bakar, sementara kenyamanan kabinnya setara mobil kelas atas.
Dengan harga rilis Rp630 juta di awal 2024, mobil ini hanya turun Rp100 juta dalam setahun, bertahan di kisaran Rp530 juta di pasar bekas. Bagi pembeli, faktor eksklusivitas dan teknologi terbaru membuat Zenix Modellista menarik, bahkan dalam kondisi bekas.
Kecenderungan pasar yang mulai menerima teknologi hybrid juga berperan dalam menjaga harga jual kembalinya tetap sehat.
5. Daihatsu Xenia 1.5 R CVT 2024 — Depresiasi 16%

Daihatsu Xenia 1.5 R CVT 2024 menawarkan nilai utilitas tinggi dengan harga yang bersahabat. Model ini dikenal lincah di perkotaan, cukup bertenaga untuk perjalanan luar kota, dan memiliki biaya perawatan yang relatif rendah.
Di pasar mobil bekas, Xenia mempertahankan nilainya dengan cukup baik. Unit baru yang dibanderol sekitar Rp268 juta pada 2024, kini di pasar bekas masih berada di kisaran Rp225 juta. Penurunan sekitar Rp43 juta atau 16% ini termasuk moderat, apalagi untuk model di segmen LMPV yang persaingannya ketat.
Keunggulan Xenia terletak pada keterjangkauan harga beli, ketersediaan suku cadang yang melimpah, dan kemudahan perawatan. Faktor ini membuatnya tetap diminati pembeli mobil bekas, baik untuk penggunaan pribadi maupun armada usaha seperti rental dan taksi online.
Hasil Akhir Depresiasi Mobil 2024: Bensin & Hybrid Masih Lebih Stabil
Data ini menegaskan perbedaan yang mencolok:
● Mobil bensin dan hybrid: depresiasi berkisar 10-16% di tahun pertama.
● Mobil listrik: depresiasi 35–60% di tahun pertama.
Pasar bekas mobil bensin/hybrid sudah matang, suku cadang mudah didapat, dan teknologinya sudah diperkenalkan sejak lama. Sementara itu, EV masih beradaptasi dengan pasar, dan pembeli mobil bekas belum sepenuhnya yakin akan umur baterai dan biayanya.
Tips Memilih Mobil dengan Nilai Jual Stabil
1. Pilih merek dengan reputasi kuat di pasar bekas
2. Pertimbangkan hybrid untuk kombinasi efisiensi bahan bakar dan stabilitas harga.
3. Rawat mobil secara rutin dan simpan catatan servis resmi.
4. Hindari model yang baru rilis di pasar karena harga bekasnya belum terbentuk.
5. Amati tren permintaan, bukan hanya tren teknologi.
Kesimpulan Akhir
Depresiasi adalah biaya tak terlihat yang sering kali baru terasa saat pemilik memutuskan untuk menjual kendaraannya. Angkanya bisa menjadi sekadar penyesuaian harga, atau justru “pukulan” finansial yang besar, tergantung pada model, merek, dan tren pasar
Di sisi positif, model seperti Toyota Innova Reborn dan Zenix, Daihatsu Xenia, Suzuki XL7, dan Mitsubishi Xpander membuktikan bahwa reputasi yang kuat, permintaan pasar yang stabil, dan daya tahan teknis yang sudah teruji adalah tiga faktor kunci yang mampu menahan depresiasi. Konsumen yang memilih kendaraan ini bisa menikmati mobilitas sehari-hari sambil memiliki rasa aman bahwa nilai jual kembalinya tidak akan merosot drastis.
Sebaliknya, deretan mobil listrik seperti Wuling Air EV, Mercedes EQS, dan Hyundai Ioniq 5 serta BYD Seal dan Atto menghadapi tantangan yang cukup berat. Meskipun teknologi EV juga banyak kelebihan, kenyataan pasar menunjukkan bahwa adopsi EV di Indonesia masih berada pada tahap awal.
Pasar bekasnya sempit, calon pembeli masih berhati-hati, dan perkembangan teknologi baterai yang cepat justru membuat model lama kehilangan daya tarik lebih cepat. Akibatnya, depresiasi menjadi jauh lebih curam dibandingkan mobil bensin atau hybrid.
Bagi pembeli yang cerdas, mempertimbangkan depresiasi sejak awal bukan hanya langkah aman secara finansial, tetapi juga bentuk perencanaan jangka panjang.
Ini berarti tidak hanya melihat desain dan fitur, tetapi juga menimbang faktor-faktor seperti reputasi merek, likuiditas di pasar bekas, biaya perawatan, dan tren permintaan.
Mobil yang tepat akan memberi kepuasan saat dikendarai, kebanggaan saat dimiliki, dan ketenangan hati saat dijual kembali.
Pada akhirnya, membeli mobil bukan sekadar memilih kendaraan yang sesuai kebutuhan hari ini, tetapi juga memikirkan bagaimana ia akan bertahan menghadapi waktu baik dari sisi performa maupun nilainya di pasar.
Dan di tengah dinamika industri otomotif yang terus berubah, kesadaran akan depresiasi bisa menjadi perbedaan antara keputusan yang bijak dan penyesalan yang datang terlalu cepat.
FAQ tentang Depresiasi Mobil 2024
1. Apa itu depresiasi mobil?
Depresiasi mobil adalah penurunan nilai atau harga mobil sejak pertama kali dibeli baru hingga dijual kembali. Besarnya bisa bervariasi, ada yang hanya turun 10–15% dalam setahun, ada pula yang bisa jatuh hingga 50% lebih tergantung merek, model, dan tren pasar.
2. Mobil 2024 apa saja yang punya depresiasi paling rendah?
Beberapa mobil dengan depresiasi rendah di 2024 antara lain:
-
Toyota Innova Reborn G Diesel AT (12%)
-
Suzuki XL7 Beta Hybrid (13%)
-
Mitsubishi Xpander Ultimate CVT (14%)
-
Toyota Innova Zenix Q HEV Modellista (16%)
-
Daihatsu Xenia 1.5 R CVT (16%)
3. Mobil 2024 apa saja yang depresiasinya paling tinggi?
Mobil listrik mendominasi daftar dengan depresiasi tertinggi, seperti:
-
Wuling Air EV Long Range (60%)
-
Mercedes-Benz EQS 450 (52%)
-
Hyundai Ioniq 5 (43%)
-
BYD Atto 3 (40%)
-
BYD Seal Performance (35%)
4. Mengapa mobil listrik lebih cepat turun harga dibanding mobil bensin atau hybrid?
Karena pasar mobil listrik bekas di Indonesia masih sempit, calon pembeli khawatir soal umur baterai dan biaya penggantian yang mahal. Selain itu, perkembangan teknologi EV sangat cepat sehingga model lama cepat kehilangan daya tarik.
5. Bagaimana cara memilih mobil agar nilai jual bekasnya stabil?
Beberapa tipsnya adalah:
-
Pilih merek dengan reputasi kuat dan jaringan servis luas.
-
Pertimbangkan hybrid yang efisien sekaligus lebih stabil harganya.
-
Rawat mobil rutin dengan catatan servis resmi.
-
Hindari model baru yang belum teruji pasar bekasnya.
-
Perhatikan tren permintaan, bukan hanya tren teknologi.