Polytron Mengakui Ada Baterai Motor Listrik yang Rusak, Meski Hanya Sedikit

Kudus – Meskipun baterai motor listrik Polytron memiliki kualitas yang baik, tetapi ada beberapa kendaraan yang mengalami kerusakan pada baterainya. Kerusakan ini umumnya disebabkan oleh cacat produksi.
Ilman Fachrian, Head of Group Product EV 2W Polytron Indonesia mengungkapkan bahwa meskipun ada baterai motor listrik Polytron yang mengalami cacat produksi, persentasenya sangat rendah.
“Kerusakan baterai memang sudah ada, tapi sedikit. Kurang dari 2 persen dari total produk yang sudah diproduksi. Tapi karena masih garansi, sudah diperbaiki,” kata Ilman di Kudus, Jawa Tengah baru-baru ini.
Saat dikonfirmasi penyebab kerusakan dari baterai motor listrik Polytron tersebut, Ilman tidak memberikan komentar lebih lanjut dan mengaku masih menelusuri penyebabnya.
“Penyebabnya masih diselidiki, tapi tidak menutup kemungkinan ini berasal dari alat portable fast charging. Produk ini biasanya dibeli di aftermarket, sehingga merusak baterai,” katanya.
Baca juga: Mengintip Pabrik Polytron Yang Serba Canggih, Banyak Robot!
Alat pengisian daya yang dibeli oleh konsumen dengan arus besar dinilai berpotensi merusak sel baterai. Hal ini disinyalir menyebabkan aliran listrik yang diterima oleh sepeda motor listrik Polytron melebihi kapasitas yang seharusnya.
“Selama masih dalam garansi, maka sementara ini tetap kami tanggung kerusakannya,” terang Ilman.
Tingginya minat konsumen membeli perangkat pengisian daya arus cepat membuat Polytron segera meluncurkan pengisian daya dengan arus besar.
Tujuannya untuk memudahkan konsumen yang ingin melakukan pengisian daya secara lebih cepat dan arus yang diterima oleh sepeda motor juga bisa sesuai.
“Portable fast charging dipasaran tidak diketahui dikembangkan untuk baterai apa. Sementara kalau kami luncurkan sendiri maka semua sudah disesuaikan buat produk Polytron,” terangnya.
Baca juga: Alasan Polytron Belum Produksi Mobil Listrik Sendiri
Selama pengembangan pun portable fast charging yang akan mereka luncurkan sudah relatif aman. Sehingga diharapkan usia baterai bisa tetap panjang.
“Tapi kami tetap akan sampaikan dampak dari penggunaan portable fast charging. Walau produk yang ditawarkan nantinya sudah relatif aman,” tegasnya.
Meski tidak menjelaskan secara detail, perangkat itu bisa membuat baterai terisi penuh dalam dua jam. Waktu tersebut jauh lebih cepat bila dibandingkan dengan pengisian daya standar yang butuh empat jam.
Dengan demikian pelanggan yang melakukan perjalanan jarak jauh bisa lebih percaya diri. Pasalnya pengisian daya jadi lebih optimal dan tak membuang waktu telalu banyak.
Penulis: Rizen Panji
Editor: Santo Sirait



